AS Gugat Menyita 584 Ribu USDT dari Iran Atas Dugaan Dukungan Drone Militer
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
161 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Mohammad Abedini dituduh memberikan dukungan material kepada organisasi teroris dengan menggunakan teknologi untuk drone.
DOJ berusaha untuk menyita cryptocurrency yang digunakan untuk mendanai kegiatan ilegal terkait militer Iran.
Penyitaan cryptocurrency dari dompet pribadi dapat dilakukan melalui teknik forensik digital dan pelacakan transaksi.
Amerika Serikat melalui Kantor Jaksa Distrik Massachusetts mengajukan gugatan perdata guna menyita sebesar 584.741 USDT yang diduga milik Mohammad Abedini, warga negara Iran yang terlibat menyediakan teknologi drone untuk militer Iran. USDT ini disimpan dalam dompet kripto yang tidak dihosting, sehingga mempersulit proses penyitaan.
Abedini adalah pendiri dan direktur perusahaan San’at Danesh Rahpooyan Aflak Co. (SDRA), yang memasok perangkat navigasi untuk pembuatan drone Shahed. Drone ini digunakan dalam berbagai konflik, termasuk serangan yang menewaskan tiga tentara AS di Jordan pada Januari 2024, yang dipastikan menggunakan teknologi dari SDRA.
Abedini juga didakwa atas dukungan material kepada organisasi teroris asing dan konspirasi pengadaan teknologi militer Amerika yang sensitif untuk drone. Ia sempat ditahan di Italia pada akhir 2024, namun dilepaskan dan sekarang diyakini kembali ke Iran.
Selain itu, ada tuduhan bahwa dari 2016 hingga 2024, Abedini dan rekannya menyelundupkan elektronik asal AS secara rahasia melalui Swiss menuju Iran, memanfaatkan ukuran kecil alat yang bisa dikemas dalam koper. Tuduhan ini masih belum terbukti secara hukum.
Penyitaan aset kripto seperti kasus ini sangat rumit karena wallet pribadi dikontrol oleh pengguna tanpa perantara. Namun, beberapa keberhasilan sebelumnya misalnya dalam kasus pencurian Bitcoin pada 2022 dan kasus Silk Road menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum dapat menggunakan digital forensik dan akses cloud untuk mendapatkan kunci privat.
Analisis Ahli
Brian Armstrong (CEO Coinbase)
Regulasi terhadap wallet unhosted memang penting, tapi harus diimbangi dengan perlindungan privasi pengguna yang sah agar pertumbuhan ekosistem kripto tidak terhambat.Jake Chervinsky (Penasihat hukum kripto)
Kasus ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam penegakan hukum kripto, karena aset digital dan kejahatan siber tak mengenal batas geografis.