Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Israel Sebut 187 Alamat Crypto Terkait IRGC, Perangi Dana Teroris Iran

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
16 Sep 2025
113 dibaca
2 menit
Israel Sebut 187 Alamat Crypto Terkait IRGC, Perangi Dana Teroris Iran

Rangkuman 15 Detik

Israel mengidentifikasi 187 alamat cryptocurrency yang terkait dengan IRGC dan menerima dana yang besar.
Tether memiliki kemampuan untuk membekukan alamat yang terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk yang terkait dengan IRGC.
Aktivitas ilegal dan pencurian di sektor cryptocurrency terkait erat dengan upaya Iran untuk menghindari sanksi internasional.
Badan Nasional Israel yang menangani pendanaan terorisme mengungkapkan ada 187 alamat cryptocurrency yang diduga milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran, organisasi yang dianggap sebagai teroris oleh sejumlah negara. Email pengungkapan ini menunjukkan dana yang berjalan di alamat tersebut mencapai 1,5 miliar USDT, stablecoin yang nilainya dipatok ke dolar Amerika. Meski jumlahnya besar, perusahaan analisis blockchain Elliptic mengingatkan bahwa tidak semua dana di alamat tersebut dapat dipastikan langsung terkait IRGC. Sebab ada kemungkinan alamat wallet tersebut juga digunakan oleh bursa atau layanan lain yang melayani banyak pengguna. Tether, perusahaan yang mengeluarkan USDT, memiliki kemampuan untuk memblokir atau 'membekukan' wallet yang terkait dengan kegiatan ilegal. Dari 187 alamat yang disorot, 39 sudah diblokir oleh Tether sehingga mencegah transfer sekitar 1,5 juta USDT, langkah yang menghambat pergerakan dana terkait IRGC. Kasus-kasus penegakan hukum terhadap aktivitas crypto yang terkait IRGC sudah berlangsung lama, seperti penyitaan 600 ribu USDT oleh Departemen Kehakiman AS dari warga Iran yang terkait pembuatan teknologi drone oleh IRGC. Selain itu, pada Desember 2024, ada sanksi yang menargetkan jaringan IRGC yang menggunakan stablecoin lewat perantara di Yaman. Pada Juni 2025, kelompok hacker pro-Israel berhasil mencuri 90 juta dolar dari bursa Nobitex Iran yang juga dianggap terhubung dengan IRGC dan aktivitas ransomware. Hacker ini kemudian merusak dana yang dicuri dan membocorkan kode sumber Nobitex, memberikan pukulan telak pada upaya Iran untuk menggunakan cryptocurrency sebagai cara menghindari sanksi.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Upaya memblokir alamat cryptocurrency yang terkait organisasi kriminal adalah langkah penting, namun teknologi blockchain yang terdesentralisasi memungkinkan adaptasi cepat dari para pelaku kejahatan, sehingga pendekatan penegakan hukum harus terus berevolusi.
Laura Shin
Kasus ini menegaskan bagaimana stablecoin seperti USDT menjadi alat utama dalam aktivitas gelap, menggarisbawahi perlunya regulasi yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan aset digital.