Israel Rilis Daftar Alamat Kripto untuk Bekukan Dana IRGC Iran Senilai 1,5 Miliar USDT
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Sep 2025
14 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Israel menuduh Iran menggunakan cryptocurrency untuk menerima dana ilegal.
Tether berperan penting dalam transaksi cryptocurrency dan dapat bekerja sama dengan penegak hukum.
Hubungan antara Iran dan Israel terus memburuk, terutama dalam konteks geopolitik dan keamanan.
Israel mengumumkan daftar 187 alamat dompet kripto yang diduga digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk menerima dana USDT senilai 1,5 miliar dolar AS. Langkah ini bagian dari upaya untuk memblokir pendanaan aktivitas yang dianggap teroristik dan ilegal yang melibatkan kripto.
Elliptic, firma analitik blockchain, mengonfirmasi penerimaan dana besar tersebut dalam stablecoin Tether (USDT). Namun, mereka menyebut beberapa alamat dompet bisa jadi bagian dari infrastruktur layanan kripto dan tidak selalu menunjukkan kepemilikan langsung oleh IRGC.
Tether, penerbit USDT, memiliki sejarah bekerja sama dengan penegak hukum untuk membekukan aset kripto yang terkait dengan aktivitas kriminal. Ini menambah kekuatan pada upaya Israel untuk menekan penggunaan kripto dalam mendukung aktivitas militer dan terorisme.
Sebelumnya, kelompok peretas pro-Israel berhasil membobol 90 juta dolar kripto dari exchange Iran, Nobitex, yang diduga dikaitkan dengan IRGC. Namun, banyak pengguna Nobitex juga terkena dampak dari peretasan tersebut.
Iran telah lama memanfaatkan kripto untuk menghindari sanksi internasional. Dengan peningkatan ketegangan Israel-Iran, langkah seperti ini kemungkinan akan terus berlangsung dan memperkuat regulasi terhadap transaksi mata uang digital.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Penggunaan blockchain analytics untuk mengidentifikasi dan membekukan dana ilegal adalah kemajuan penting, tetapi masih ada tantangan besar dalam membedakan antara dana kriminal dan transaksi sah dalam ekosistem kripto yang desentralisasi.Elizabeth McGuire (Analis Keamanan Siber)
Kasus ini memvalidasi peran penting alat forensik blockchain dan kerjasama lintas negara dalam mengatasi penyalahgunaan kripto, sekaligus menyoroti kebutuhan regulasi yang lebih jelas agar tidak menjadi alat politik yang disalahgunakan.