Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

The Trade Desk Turun 60% Tahun Ini, Apakah Waktunya Beli Saham?

Bisnis
Marketing
marketing (6mo ago) marketing (6mo ago)
12 Sep 2025
116 dibaca
2 menit
The Trade Desk Turun 60% Tahun Ini, Apakah Waktunya Beli Saham?

Rangkuman 15 Detik

The Trade Desk menghadapi tantangan serius dari Amazon dan persaingan lainnya.
Meskipun penurunan saham telah terjadi, banyak analis melihatnya sebagai kesempatan untuk berinvestasi.
Pertumbuhan pengeluaran iklan di sektor adtech diperkirakan akan terus meningkat meskipun ada tantangan.
Saham The Trade Desk menurun drastis sebesar 60% tahun ini setelah laporan keuangan yang tidak memenuhi ekspektasi dan kekhawatiran persaingan dengan Amazon. Dampak penurunan ini adalah performa saham terburuk di indeks S&P 500 tahun ini. Pengalaman dan posisi dominan The Trade Desk dalam iklan digital terutama di Connected TV sangat penting untuk dipahami sebelum mengambil keputusan investasi. The Trade Desk adalah pemain utama dalam platform Demand-Side Platform (DSP) yang independen, sehingga tidak memiliki konflik kepentingan terkait kepemilikan media atau inventaris iklan. Ini membuatnya populer bagi pembeli media yang ingin berkampanye di open internet. Namun, perusahaan menghadapi persaingan dari raksasa seperti Amazon, Google, dan Meta yang menguasai pasar iklan digital dan memberikan tantangan besar. Amazon mulai memperkuat posisinya dengan fitur baru Performance+ dan Brand+ yang memanfaatkan data besar dan kemampuan pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan iklan. Keunggulan data e-commerce dan closed-loop attribution milik Amazon membuatnya lebih unggul dalam mengukur dampak iklan bagi penjualan. Hal ini meningkatkan risiko kehilangan pangsa pasar The Trade Desk di segmen iklan open web dan CTV. Meski begitu, beberapa analis Wall Street melihat penurunan harga saham sebagai kesempatan beli dengan potensi kenaikan harga hingga 63% tahun depan. The Trade Desk saat ini dihargai sekitar 55 kali laba dan diperkirakan memiliki kenaikan laba 20% per tahun selama tiga tahun ke depan. Namun, investor harus memantau hasil keuangan yang akan datang untuk mengidentifikasi tanda-tanda perlemahan lebih lanjut. Persaingan antara open web dan walled gardens seperti Google dan Meta akan terus memengaruhi tren belanja iklan digital. Meskipun The Trade Desk memiliki keunggulan teknologi dan inovasi, perubahan pola investasi iklan yang terus bergeser menuju platform milik raksasa teknologi akan menjadi tantangan utama yang harus diwaspadai oleh investor.

Analisis Ahli

Jeff Green
Pemindahan merek dari walled gardens ke open web akan menjadi tren jangka panjang yang mendukung The Trade Desk.
Morgan Stanley Analysts
Ad spending di open web (kecuali CTV) akan turun dua digit persen dalam empat tahun ke depan karena pengaruh Google dan Meta.
Frost & Sullivan
The Trade Desk unggul dalam pertumbuhan dan inovasi berkat fitur AI yang canggih.