Mengapa Saham The Trade Desk Turun Tajam Tapi Masih Layak Dibeli
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Sep 2025
284 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
The Trade Desk mengalami penurunan signifikan dalam harga saham akibat hasil keuangan yang mengecewakan.
Persaingan dari perusahaan besar seperti Google dan Amazon memberikan tekanan tambahan pada The Trade Desk.
Meskipun tantangan yang dihadapi, valuasi saat ini membuat The Trade Desk menjadi pilihan investasi yang menarik.
The Trade Desk adalah perusahaan periklanan digital yang menghadapi masa sulit sepanjang tahun 2025 setelah harga sahamnya turun 60% sejak awal tahun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh laporan pendapatan yang mengecewakan dan persaingan yang semakin ketat dari perusahaan besar seperti Google dan Amazon.
Salah satu masalah utama yang menekan harga saham adalah peluncuran platform AI baru mereka bernama Kokai. Banyak pengguna yang merasa tidak nyaman dengan interface Kokai yang membingungkan serta hilangnya fitur favorit dari platform sebelumnya, yaitu Solimar. Ketidakjelasan soal apakah pengguna wajib beralih ke Kokai juga menimbulkan ketidakpastian.
Meskipun demikian, data keuangan perusahaan menunjukkan kekuatan yang tidak terlihat jelas. Pada semester pertama 2025, The Trade Desk mencatat pendapatan 1,3 miliar dolar AS, naik 22% dibanding tahun sebelumnya. Ini menandakan operasi masih tumbuh meskipun dengan laju yang sedikit melambat.
Valuasi saham The Trade Desk juga sudah turun signifikan. Rasio harga terhadap pendapatan (P/E) turun dari 150 menjadi 56, dan diproyeksikan turun ke 26 di tahun-tahun mendatang. Ini membuat saham tersebut menjadi lebih menarik sebagai investasi bernilai, terutama karena pasar iklan digital masih punya potensi pertumbuhan besar.
Para analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang tetap positif di 2025 dan 2026 sekitar 17%. Jika perusahaan berhasil memperbaiki masalah di platform Kokai dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan, The Trade Desk bisa menjadi pilihan investasi yang menjanjikan meskipun menghadapi tekanan saat ini.
Analisis Ahli
Will Healy
The Trade Desk masih menunjukkan kekuatan finansial meski menghadapi perlambatan pendapatan dan masalah platform AI, yang membuat penurunan harga sahamnya terlalu berlebihan.