Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Saham The Trade Desk Terpuruk, Waktunya Beli Atau Hindari?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
16 Sep 2025
1348 dibaca
2 menit
Saham The Trade Desk Terpuruk, Waktunya Beli Atau Hindari?

TLDR

The Trade Desk mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan akibat persaingan dan tantangan dari 'walled gardens'.
Kemitraan antara Amazon dan Netflix telah menambah tekanan pada posisi The Trade Desk di pasar iklan digital.
Meskipun valuasi saham The Trade Desk semakin menarik, investor disarankan untuk bersabar sebelum melakukan pembelian.
The Trade Desk adalah perusahaan yang dulu sangat diminati karena pertumbuhannya yang konsisten di bidang teknologi iklan digital, terutama di platform seperti Connected TV dan retail media. Namun, tahun ini mereka menghadapi tantangan besar yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan yang cukup tajam dan penurunan nilai saham yang signifikan.Penyebab perlambatan ini adalah meningkatnya persaingan dari perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Meta, dan Amazon yang mengontrol sendiri ekosistem iklan mereka, yang dikenal sebagai walled gardens. Kerjasama Amazon dengan Netflix juga mengancam posisi The Trade Desk di pasar iklan digital, membuat sebagian investor kehilangan kepercayaan.CEO Jeff Green menjelaskan bahwa perlambatan ini sebagian akibat kesalahan internal dan beberapa hambatan yang tidak terkait langsung dengan persaingan teknologi baru. Namun, walaupun ada upaya untuk meyakinkan investor bahwa pasar akan tumbuh lebih cepat, pertumbuhan pendapatan perusahaan tetap melambat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Selain itu, Walmart mengakhiri kesepakatan eksklusivitas dalam penggunaan data pelanggannya dengan The Trade Desk, memperlemah posisi perusahaan. Dampaknya, saham mereka menjadi yang terburuk di antara saham S&P 500 tahun ini, turun hingga 61% hingga awal September.Secara valuasi, saham The Trade Desk menjadi lebih murah dengan rasio harga-pendapatan mencapai 26, tetapi risiko penurunan lebih lanjut masih ada jika pertumbuhan mereka terus menurun. Para investor disarankan untuk bersabar dan mempertimbangkan saham lain yang lebih menjanjikan menurut analis pasar saat ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.