Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan Pemeriksaan Perangkat Elektronik di Perbatasan AS Picu Kekhawatiran Privasi

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
20 Agt 2025
275 dibaca
2 menit
Lonjakan Pemeriksaan Perangkat Elektronik di Perbatasan AS Picu Kekhawatiran Privasi

Rangkuman 15 Detik

Pencarian perangkat elektronik oleh CBP meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pelancong internasional menghadapi risiko privasi yang lebih besar saat memasuki AS.
Pemeriksaan perangkat dapat memiliki konsekuensi serius bagi pelancong yang menolak untuk mematuhi permintaan CBP.
Pada kuartal April hingga Juni 2025, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) melakukan pencarian pada hampir 15.000 perangkat elektronik dari pelancong internasional, meningkatkan tingkat pemeriksaan dibandingkan periode sebelumnya. Pemeriksaan ini melibatkan perangkat seperti ponsel, komputer, dan kamera yang dapat diakses tanpa surat perintah, menimbulkan kekhawatiran soal privasi dan hak pengguna. Kebijakan ketat terkait imigrasi di bawah pemerintahan kedua Donald Trump mendorong peningkatan dana dan operasi untuk CBP dan ICE, yang juga memperkuat pengawasan terhadap perangkat elektronik pelancong. Banyak pelancong melaporkan pengalaman diperiksa secara intensif, yang menyebabkan beberapa wisatawan Eropa membatalkan rencana perjalanan dan penurunan jumlah pengunjung asal Kanada. Pemeriksaan dasar oleh petugas dapat meliputi melihat langsung isi perangkat dengan mengusap layar, sementara pemeriksaan lanjutan menggunakan alat forensik canggih untuk mengekstrak dan menganalisis data secara mendalam. Meski jumlah pemeriksaan lanjutan relatif stabil, CBP tengah mempersiapkan pembelian alat baru untuk menambah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi informasi tersembunyi atau pola komunikasi mencurigakan. Undang-undang yang terkait tidak mengharuskan petugas memiliki surat perintah untuk memeriksa perangkat di perbatasan, dengan status hukum di area perbatasan membuat perlindungan hak konstitusional seperti jaminan keempat tidak berlaku sepenuhnya. Penolakan pemeriksaan oleh warga AS tidak berarti mereka bisa ditolak masuk, namun bagi wisatawan asing, menolak pemeriksaan bisa berakhir dengan penahanan atau deportasi. Kekhawatiran utama muncul dari kelompok hak sipil seperti American Civil Liberties Union yang menyatakan bahwa pemeriksaan yang meluas dan tanpa batas seperti ini dapat menekan kebebasan berekspresi serta mengancam privasi para pelancong, termasuk jurnalis dan pengacara yang membawa data sensitif dalam perjalanan mereka.

Analisis Ahli

Esha Bhandari
Pemeriksaan tanpa surat perintah merupakan pelanggaran hak dasar dan otoritas CBP saat ini terlalu luas tanpa batas yang jelas, yang mengancam kebebasan berbicara dan privasi pengguna perangkat elektronik.