Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Saham Perusahaan Bitcoin Malah Jatuh, Sedangkan Bitcoin Lebih Stabil

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
12 Sep 2025
154 dibaca
2 menit
Harga Saham Perusahaan Bitcoin Malah Jatuh, Sedangkan Bitcoin Lebih Stabil

Rangkuman 15 Detik

Penurunan harga saham perusahaan yang berfokus pada Bitcoin menunjukkan ketidakstabilan dalam pasar aset digital.
Divergensi antara harga Bitcoin dan saham perusahaan terkait dapat menimbulkan keraguan di kalangan investor.
Perusahaan yang berinvestasi dalam Bitcoin harus berhati-hati terhadap potensi dilusi ekuitas dan dampaknya terhadap model bisnis mereka.
Awal tahun ini, sejumlah investor berbondong-bondong membeli saham perusahaan yang memiliki cadangan Bitcoin agar dapat menikmati keuntungan dari aset digital itu lewat jalur pasar saham. Namun sekarang, harga saham perusahaan seperti Strategy dan Metaplanet anjlok sementara harga Bitcoin hanya mengalami penurunan kecil. Ini membuat para investor mulai meragukan strategi investasi ini. Bitcoin sendiri mengalami penurunan sekitar 8% dari level tertingginya di tahun 2024 yang mencapai lebih dari 124.000 dollar AS. Meski turun, angka ini masih lebih stabil dibandingkan harga saham dua perusahaan yang memiliki fokus kuat pada Bitcoin sebagai aset utama mereka. Beberapa laporan mengungkap bahwa hampir sepertiga perusahaan dengan cadangan Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah nilai aset digital yang mereka pegang. Kondisi ini bisa menimbulkan risiko apabila perusahaan harus menjual Bitcoin mereka untuk mengatasi masalah utang, sehingga dapat memicu tekanan negatif di pasar lebih luas. Strategi yang diusung oleh Michael Saylor lewat perusahaan Strategy, yaitu menjadikan saham perusahaan sebagai jalur untuk membeli lebih banyak Bitcoin dengan premi, kini mulai kehilangan daya tarik. Saat harga saham turun mendekati nilai aset, strategi ini tidak lagi menghasilkan keuntungan melainkan malah menimbulkan risiko pengikisan nilai saham melalui penerbitan saham baru. Metaplanet, yang mengadopsi model bisnis serupa di Asia, sempat berhasil menggalang dana hingga 5,4 miliar dollar AS tahun ini, tetapi setelah itu harga sahamnya terus jatuh dan kini lebih dari 60% di bawah harga puncak Juni 2024. Hal ini mengingatkan para investor bahwa terlalu agresif menerbitkan saham sebagai pendanaan dapat berdampak negatif bagi nilai pemegang saham.

Analisis Ahli

Travis Kling
Menyatakan keraguan besar terhadap investasi di digital asset treasury karena melihatnya sebagai akhir dari siklus yang tidak punya opsi lebih baik.
Dom Kwok
Menyoroti perbedaan harga yang mulai signifikan antara saham digital asset dan harga underlying crypto sehingga investor mulai mempertanyakan kelayakan investasi tersebut.
Matthew Sigel
Mengingatkan bahwa setelah harga saham menyentuh nilai aset bersih, peningkatan saham lebih lanjut akan menjadi erosi nilai dan bukan strategi yang menguntungkan.