Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Negara Lain Bersaing Tarik Mahasiswa PhD Setelah Penurunan Minat di AS

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (6mo ago) management-and-strategy (6mo ago)
09 Sep 2025
287 dibaca
2 menit
Negara Lain Bersaing Tarik Mahasiswa PhD Setelah Penurunan Minat di AS

Rangkuman 15 Detik

Mahasiswa internasional semakin mempertimbangkan negara lain untuk studi pascasarjana akibat kebijakan di AS.
Kanada dan Eropa menawarkan berbagai insentif untuk menarik mahasiswa PhD dari AS.
Perubahan dalam pendanaan penelitian dan kebijakan visa di AS berdampak signifikan terhadap arus mahasiswa internasional.
Banyak mahasiswa internasional yang dulunya tertarik untuk melanjutkan studi PhD di Amerika Serikat kini mulai beralih ke negara lain karena adanya penurunan anggaran dan pembatasan visa yang diberlakukan oleh pemerintah AS. Dampaknya terlihat nyata dengan penurunan 30% jumlah mahasiswa asing yang datang pada Juni 2025 dibanding tahun sebelumnya. Kanada memimpin upaya menarik mahasiswa PhD dari AS dengan berbagai program, termasuk Doctoral Excellence Award oleh Western University yang memberikan beasiswa selama empat tahun dan fasilitas penerimaan cepat. Selain itu, pemerintah Kanada menaikkan tunjangan mahasiswa PhD menjadi CanRp 668.00 ribu ($40.000) per tahun, sebuah langkah yang cukup menarik bagi para calon mahasiswa. Universitas lain seperti University of British Columbia juga membuka kesempatan aplikasi lebih lama bagi warga AS untuk perkuliahan yang dimulai pada 2026. Mahasiswa yang sudah studi di Kanada pun merasakan manfaat, seperti Alicia Piazza yang mendapat pelatihan berkualitas dan kesempatan mengajukan beasiswa dari lembaga nasional Kanada. Di Eropa, negara-negara seperti Prancis, Jerman dan Spanyol juga menawarkan kesempatan berharga melalui beasiswa yang mencakup biaya hidup, akomodasi, bahkan asuransi kesehatan. Misalnya, University of Paris-Saclay memberi delapan posisi untuk bidang penting seperti ilmu iklim dan kesehatan global, sementara Max Planck Society di Jerman menetapkan upah minimum dan jam kerja yang jelas bagi mahasiswa doktoral. Dengan peluang yang terus bertambah di Kanada dan Eropa, diperkirakan lebih banyak talenta dari seluruh dunia akan memilih negara-negara tersebut untuk menempuh studi PhD mereka. Tren ini kemungkinan akan memperkuat posisi mereka sebagai pusat pendidikan tinggi dan penelitian, sementara AS harus menghadapi tantangan dalam menarik dan mempertahankan mahasiswa berbakat.

Analisis Ahli

Chris Tisdell
Memperkirakan pergeseran mahasiswa internasional dari AS ke negara lain karena ketidakpastian pendanaan dan kebijakan visa yang tidak stabil.
Gwilym Croucher
Menilai bahwa negara-negara seperti Kanada, Australia, UK, dan juga China dan India akan menjadi penerima manfaat utama dari tren ini.