Banyak Ilmuwan AS Tinggalkan Negeri Cari Peluang Lebih Baik di Luar Negeri
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Jun 2025
243 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banyak akademisi di AS mempertimbangkan untuk pindah ke luar negeri karena pemotongan dana dan masalah kebebasan akademis.
Universitas di Kanada, Australia, dan Eropa menawarkan peluang yang menarik bagi akademisi yang mencari dukungan penelitian yang lebih baik.
Kekhawatiran terhadap arah politik di AS mendorong beberapa profesor terkemuka untuk mencari lingkungan akademis yang lebih stabil.
Banyak ilmuwan dan akademisi di Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan untuk bekerja di luar negeri. Hal ini terjadi karena adanya pemotongan dana riset dan kekhawatiran mengenai kebebasan akademik di AS. Keadaan politik dan masalah pendanaan selama beberapa tahun terakhir telah membuat para ilmuwan merasa tidak nyaman dan mencari alternatif.
Contohnya, dua sejarawan terkemuka, Timothy Snyder dan Marci Shore, memutuskan pindah dari Yale University ke University of Toronto di Kanada. Mereka menyebutkan bahwa perubahan di Amerika Serikat selama masa kepresidenan Donald Trump membuat mereka meragukan masa depan demokrasi di negara tersebut.
Profesi yang paling banyak terdampak adalah bidang-bidang yang sedang maju seperti riset medis, kecerdasan buatan, fisika, dan ilmu komputer. Banyak profesor yang menghadapi pemotongan dana dan ketidakpastian masa depan mulai menawarkan dirinya di kalangan akademis internasional dan mendapat tawaran kerja yang sangat menarik dari luar negeri.
Misalnya, beberapa fisikawan Amerika yang bekerja di Hong Kong mendengar bahwa rekan mereka di bidang yang sama sedang mempertimbangkan pindah ke China untuk mendapatkan peluang yang lebih baik. Selain itu, pakar imigrasi Kanada, David Lesperance, mengatakan banyak profesor top AS yang membidik Kanada, Australia, dan Eropa sebagai tujuan baru mereka.
Keputusan para akademisi ini biasanya didasarkan pada ketersediaan dana riset, dukungan fasilitas laboratorium yang memadai, dan ketersediaan staf pendukung. Mereka berharap dengan pindah ke negara-negara tersebut, mereka bisa terus melakukan penelitian dengan dukungan yang lebih baik dan keberlanjutan karier yang lebih jelas.

