Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan AS Tinggalkan Negeri Demi Kesempatan dan Dana Lebih Baik di Luar Negeri

Sains
Fisika dan Kimia
SCMP SCMP
19 Jun 2025
88 dibaca
1 menit
Ilmuwan AS Tinggalkan Negeri Demi Kesempatan dan Dana Lebih Baik di Luar Negeri

Rangkuman 15 Detik

Akademisi Amerika mulai mempertimbangkan peluang di luar negeri karena ketidakpastian di dalam negeri.
Bidang penelitian seperti AI dan fisika menjadi daya tarik utama bagi akademisi yang ingin relokasi.
Dukungan pendanaan dan fasilitas penelitian menjadi faktor penentu bagi akademisi dalam memilih lokasi baru.
Banyak ilmuwan dan profesor di Amerika Serikat mulai mempertimbangkan peluang di negara lain seiring semakin berkurangnya dana penelitian dan serangan terhadap kebebasan akademik di dalam negeri. Hal ini membuat banyak akademisi bertanya-tanya tentang masa depan mereka di AS. Contohnya, sejarawan terkenal Timothy Snyder dan Marci Shore memilih meninggalkan Yale University dan bergabung dengan University of Toronto karena kekhawatiran mereka terhadap arah demokrasi Amerika saat pemerintahan Donald Trump. Selain itu, para profesor yang menghadapi ketidakpastian pendanaan mulai menawarkan diri di lingkaran akademik dan mendapat tawaran menggiurkan dari berbagai universitas di luar AS, termasuk di Kanada, Australia, Eropa, dan China. Beberapa pakar seperti Quentin Parker dari University of Hong Kong mengungkapkan bahwa para fisikawan Amerika keturunan Tionghoa sedang mempertimbangkan untuk kembali atau pindah ke China karena peluang yang lebih baik. Menurut David Lesperance dari firma hukum Lesperance & Associates, banyak ilmuwan dari bidang medis, kecerdasan buatan, fisika, dan ilmu komputer kini mencari kesempatan baru dengan harapan menawarkan dukungan penelitian yang lebih baik dan fasilitas yang memadai.