TLDR
Konsumen masih lebih mempercayai pencarian tradisional dibandingkan dengan ringkasan yang didukung AI. Merek perlu fokus pada publikasi konten yang berkualitas untuk membangun kepercayaan konsumen. Strategi multichannel penting untuk memastikan visibilitas konten di berbagai platform pencarian. Sebuah survei yang dilakukan oleh Gartner menunjukkan bahwa lebih dari separuh konsumen merasa tidak mempercayai hasil pencarian produk yang disajikan oleh teknologi AI. Sebanyak 53% dari mereka lebih memilih metode pencarian tradisional karena merasa AI belum mampu memberikan hasil yang meyakinkan dan akurat.Selain itu, dua dari lima konsumen merasakan bahwa rangkuman yang dibuat oleh AI generatif justru membuat proses mencari produk menjadi lebih membingungkan dan melelahkan dibanding menggunakan mesin pencari biasa. Karena itu, sebanyak tiga dari lima konsumen ingin memiliki opsi untuk mematikan fitur rangkuman AI agar bisa tetap menggunakan metode pencarian yang sudah mereka percaya.Meski AI membuat pengalaman mencari produk menjadi lebih interaktif dan percakapan, konsumen masih menggunakan pencarian tradisional lebih sering, terutama untuk tahap eksplorasi produk tanpa merek tertentu. Hanya 37% konsumen menggunakan rangkuman AI dan 30% menggunakan chatbot AI untuk riset produk, menegaskan dominasi pencarian biasa.Gartner menyarankan bahwa brand harus mengembangkan konten yang mendalam, akurat, dan terstruktur dengan baik untuk kedua jenis pencarian, baik tradisional maupun AI. Konten yang memiliki otoritas dan kepercayaan akan meningkatkan kemungkinan brand muncul sebagai referensi di rangkuman AI dan mesin pencari konvensional.Optimasi untuk format jawaban langsung seperti FAQ, daftar, dan definisi singkat sangat penting untuk mendapatkan visibilitas di mesin pencari dan AI. Strategi ini dapat membantu brand menjadi sumber informasi terpercaya dan memengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam dunia yang semakin berorientasi pada AI.