Google Bantah AI Jadi Penyebab Turunnya Traffic Situs Web Penerbit
Teknologi
Kecerdasan Buatan
07 Agt 2025
136 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google mengklaim bahwa trafik organik tetap stabil meskipun ada fitur AI baru.
Perubahan perilaku pengguna menunjukkan bahwa banyak orang lebih memilih platform media sosial untuk mencari informasi.
Penerbit perlu beradaptasi dengan perubahan ini untuk menemukan cara baru dalam mendapatkan trafik dan pendapatan.
Banyak studi melaporkan bahwa fitur pencarian berbasis AI dan chatbot seperti ChatGPT membuat traffic ke situs penerbit menurun tajam. Namun, Google membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa total klik organik ke situs masih relatif stabil setiap tahunnya. Google menegaskan bahwa ada pergeseran pengguna ke situs dengan konten otentik seperti forum dan video, tapi bukan berarti AI sepenuhnya menghilangkan traffic ke situs web.
Liz Reid, Wakil Presiden Google Search, menyatakan data yang beredar dari pihak ketiga sering salah karena metode yang tidak tepat atau sampel yang terlalu kecil. Walaupun Google belum membagikan data spesifik, mereka percaya kualitas klik, yang berarti pengguna lebih lama berada di situs setelah mengklik, bahkan sedikit meningkat.
Perkembangan fitur AI di Google Search, seperti ‘AI Overviews’ dan chatbot interaktif, memang memudahkan pengguna mendapatkan jawaban langsung di halaman hasil pencarian. Tapi ini membuat beberapa situs kehilangan traffic sedangkan situs lain malah mendapat peningkatan kunjungan, sesuai dengan pergeseran tren pengguna yang mencari pengalaman otentik.
Google juga menyadari pengaruh platform sosial seperti TikTok dan Instagram yang menjadi tempat pertama bagi banyak pengguna muda untuk mencari informasi, menggantikan peran Google. Amazon dan Reddit juga menjadi rujukan utama dalam mencari produk dan informasi mendalam, menandakan persaingan yang semakin kuat di luar Google.
Meski AI memberikan kesempatan dengan lebih banyak link di hasil pencarian, studi menunjukkan jumlah pencarian berita yang berakhir tanpa klik ke situs berita meningkat tajam. Google bahkan mulai membantu penerbit dengan solusi monetisasi selain iklan, misalnya sistem micropayment dan newsletter, sebagai respons terhadap tantangan perubahan ini.
Analisis Ahli
Prabhakar Raghavan
Pengalihan pencarian ke platform sosial dan ecommerce menunjukkan bahwa Google harus berevolusi lebih dari sekadar mesin pencari tradisional untuk mempertahankan relevansi di era digital baru.
