Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Profesional HR Hadapi Tekanan Berat, Banyak yang Ingin Berhenti dari Karir Mereka

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
YahooFinance YahooFinance
03 Sep 2025
35 dibaca
2 menit
Profesional HR Hadapi Tekanan Berat, Banyak yang Ingin Berhenti dari Karir Mereka

Rangkuman 15 Detik

Hampir setengah profesional HR di AS mempertimbangkan untuk meninggalkan bidang ini karena berbagai tantangan.
Meskipun ada yang ingin pergi, banyak yang menemukan alasan untuk tetap tinggal karena rasa kepuasan dalam pekerjaan mereka.
Tingkat keterlibatan profesional HR di Eropa lebih tinggi dibandingkan dengan di AS, menunjukkan perbedaan dalam pengalaman kerja.
Banyak profesional HR di Amerika Serikat dan dunia sedang menghadapi tantangan besar yang membuat hampir setengah dari mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan bidang pekerjaan mereka dalam waktu dekat. Tekanan emosional yang berasal dari mengelola masalah karyawan dan kurangnya penghargaan menjadi alasan utama mereka ingin keluar dari profesi tersebut. Meski sulit, ada pula yang tetap bertahan karena merasa perannya penting dalam membantu orang lain dan berpengaruh di perusahaan. Menurut laporan dari platform HR bernama Lattice, hampir seperempat lebih profesional HR masih merasa terlibat dan puas dengan pekerjaan mereka walaupun tekanan terasa berat. Di Eropa, tingkat keterlibatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat. Beberapa kelompok pekerja seperti HR di lingkungan kerja blue-collar dan gray-collar memiliki kecenderungan lebih besar untuk merekomendasikan profesi ini dibandingkan yang bekerja di lapangan white-collar. Sebagian besar respondent dalam laporan ini optimis dengan masa depan bidang HR. Mereka percaya bahwa jumlah tenaga kerja HR dan anggaran yang diberikan untuk HR akan tetap atau bahkan meningkat. Selain itu, mayoritas merasa pekerjaan mereka aman, sebuah sinyal positif meskipun kondisi kerja menantang. Fokus utama mereka tetap pada pengelolaan kinerja, peningkatan keterlibatan karyawan, dan penggunaan teknologi canggih. Laporan lain dari The Conference Board juga menunjukkan keyakinan para pemimpin HR di Amerika Serikat terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi perubahan sosial, politik, dan regulasi yang sedang berlangsung di tingkat nasional. Semangat dan kesiapan ini menjadi bekal penting untuk melanjutkan peran mereka sebagai pemimpin di bidang sumber daya manusia meski di tengah ketidakpastian. Namun, penting diingat bahwa tanpa dukungan dan pengakuan yang lebih besar terhadap beban kerja emosional dan tanggung jawab profesional HR, banyak yang akan terus merasa tertekan. Perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang lebih suportif agar peran krusial para profesional HR tidak hanya dihargai tetapi juga berkelanjutan demi kelangsungan bisnis secara keseluruhan.

Analisis Ahli

Rana Robillard
Tanpa pengakuan yang layak dan dukungan yang cukup, kehilangan profesional HR tidak hanya berdampak pada tim HR tetapi juga memperlambat keseluruhan bisnis karena mereka adalah mesin penggerak organisasi.