Firehawk Aerospace Uji Roket Hibrida Cetak 3D, Langkah Baru Pertahanan AS
Sains
Fisika dan Kimia
29 Agt 2025
205 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Firehawk Aerospace telah melakukan ujian penerbangan yang sukses untuk sistem roket hibrida.
Sistem propulsi hibrida dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi produksi sistem senjata.
Kontrak dengan AFRL menunjukkan dukungan untuk inovasi dalam teknologi pertahanan.
Firehawk Aerospace, perusahaan asal Texas, berhasil melakukan uji terbang pertama untuk mesin roket hibrida yang diproduksi menggunakan teknologi cetak 3D. Uji coba yang disebut GMLRS-class Firehawk Analog (GFA) ini membuktikan bahwa sistem roket tersebut stabil secara arah dan memiliki performa dorongan yang kuat, mencapai ketinggian lebih dari 18.000 kaki serta melampaui kecepatan suara.
Pengujian ini merupakan bagian dari kontrak Phase III Small Business Innovation Research (SBIR) yang dijalankan bersama Army Applications Laboratory. Firehawk Aerospace mengembangkan sistem mesin roket hibrida ini sebagai alternatif pengganti motor roket padat di sejumlah sistem senjata Angkatan Darat Amerika Serikat, dengan tujuan mempercepat proses produksi dan distribusi senjata di medan operasi.
Perusahaan juga berencana melakukan uji terbang tambahan untuk model mesin roket hibrida kelas Javelin dan Stinger. Kedua sistem ini dirancang sebagai pengganti langsung motor roket padat yang sudah ada, yang memungkinkan produksi dalam waktu singkat dengan metode manufaktur bergerak yang mudah diterapkan di lokasi terpencil atau medan pertempuran.
Selain itu, Firehawk Aerospace menerima kontrak dua tahun senilai 4,9 juta dolar dari U.S. Air Force Test Center untuk mendukung pengembangan engine roket hibrida generasi berikutnya, termasuk komponen motor roket padat dan cair, proses manufaktur aditif, serta alat simulasi untuk misil taktis dan strategis.
Firehawk telah melakukan total 58 uji panas untuk motor roket hibrida dan padat, serta satu uji terbang hibrida. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi propelan yang tahan lama dan siap pakai lewat berbagai dukungan pendanaan dari AFWERX dan badan riset militer lainnya.
Analisis Ahli
Dr. Emily Carter (Ahli Propulsi Roket dan Energi)
Integrasi manufaktur aditif pada mesin roket hibrida membuka peluang efisiensi dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, pengujian jangka panjang dan skala produksi massal harus tetap jadi fokus agar teknologi ini dapat diandalkan dalam skenario militer yang kritis.

