Figma IPO dan Tantangan Pertumbuhan di Tengah Volatilitas Pasar Digital
Teknologi
Pengembangan Software
26 Agt 2025
197 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Figma mengalami volatilitas harga saham yang signifikan setelah IPO, tetapi memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Piper Sandler melihat Figma sebagai perusahaan SaaS dengan prospek yang baik dan potensi untuk mengalihkan hype menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Figma fokus pada strategi pertumbuhan melalui monetisasi pengguna dan integrasi AI dalam produk mereka.
Figma adalah perusahaan perangkat lunak desain yang melakukan IPO pada awal 2025 dan sempat mendapatkan valuasi pasar mencapai 55 miliar dolar AS. Namun, setelah euforia awal, harga sahamnya mengalami penurunan yang cukup signifikan, menunjukkan volatilitas tinggi di pasar saham teknologi.
Piper Sandler baru-baru ini memberikan peringkat Overweight untuk saham Figma dengan target harga 85 dolar, berdasarkan pertumbuhan yang cukup sehat serta dorongan dari tren digital dan teknologi AI yang mendasari bisnis Figma.
Figma bersaing langsung dengan Adobe dalam menyediakan software desain berbasis cloud yang memudahkan kolaborasi tim secara real-time, dan perusahaan ini fokus memperluas penggunaannya dengan memonetisasi basis pengguna yang besar dan mengembangkan produk AI.
Secara keuangan, Figma melaporkan pendapatan sebesar 1,16 miliar dolar dan laba bersih sebesar 180,6 juta dolar dalam satu tahun terakhir, meskipun valuasi perusahaan masih lebih tinggi dibandingkan kebanyakan perusahaan sejenis di industri perangkat lunak.
Investor akan memperhatikan laporan keuangan kuartal kedua 2025, terutama angka pertumbuhan pendapatan berulang (ARR) dan efektivitas harga baru. Suksesnya peluncuran produk dan ekspansi global akan menjadi kunci bagi potensi kenaikan saham Figma di masa depan.
Analisis Ahli
Brent Bracelin
Memproyeksikan ARR Figma bisa tumbuh hingga lebih dari 3 miliar dolar pada 2030 dengan margin FCF menuju 30%, menunjukkan optimisme jangka panjang meski ada risiko jangka pendek.