Penurunan Penjualan Ponsel Asing di China, Merek Lokal Menguat Pesat
Teknologi
Gadgets dan Wearable
22 Agt 2025
259 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan ponsel asing di China menurun drastis, menunjukkan preferensi masyarakat untuk produk dalam negeri.
Huawei, Vivo, dan Oppo mengalami penurunan dalam penjualan, sementara Xiaomi mencatat pertumbuhan.
Apple tetap bersaing meskipun sebagai merek asing, dengan pangsa pasar yang sedikit meningkat.
Masyarakat di China semakin memilih membeli ponsel buatan dalam negeri, yang menyebabkan penurunan penjualan ponsel merek asing yang signifikan. Laporan dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT) mencatat penurunan pengiriman ponsel asing sebesar 31,3% pada bulan Juni 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengiriman ponsel asing turun dari 2,869 juta unit menjadi 1,971 juta unit, sementara penjualan ponsel dari merek lokal China juga mengalami penurunan, tetapi lebih kecil yakni 9,3%, dengan total pengiriman mencapai 22,598 juta unit pada bulan yang sama.
Menurut data oleh IDC, Huawei tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 18,1% dan pengiriman 12,5 juta unit pada kuartal kedua, meskipun mengalami sedikit penurunan pertumbuhan yaitu -3,4%. Vivo dan Oppo mengikuti di posisi kedua dan ketiga dengan pengurangan pertumbuhan yang lebih besar.
Xiaomi menjadi satu-satunya perusahaan yang mampu menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,4% pada periode tersebut. Sementara itu, Apple adalah satu-satunya merek asing yang masuk dalam lima besar dengan pangsa pasar sebesar 13,9%, walaupun pengirimannya sedikit menurun dari tahun sebelumnya.
Tren ini memperlihatkan kecenderungan konsumen China untuk mendukung produk dalam negeri, yang berdampak signifikan pada pasar global dan memberikan tantangan bagi merek asing untuk beradaptasi dengan lebih baik terhadap preferensi konsumen lokal.
Analisis Ahli
Analis Teknologi Senior
Penurunan pasar merek asing ini menunjukkan bahwa persaingan di industri smartphone tidak hanya soal teknologi, tetapi juga sentimen nasionalis yang berkembang di China, menuntut merek asing untuk lebih adaptif dalam strategi lokal mereka.

