Penjualan Smartphone China Turun, Huawei Kuasai Pasar di Tengah Lesu Ekonomi
Teknologi
Gadgets dan Wearable
26 Jul 2025
18 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan HP di China mengalami penurunan yang signifikan pada kuartal kedua 2025.
Huawei kembali menjadi pemimpin pasar smartphone di China setelah lebih dari empat tahun.
Xiaomi mencatat pertumbuhan pengiriman meskipun pasar secara keseluruhan mengalami penurunan.
Pada kuartal kedua tahun 2025, penjualan smartphone di China mengalami penurunan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total pengiriman mencapai 69 juta unit. Penurunan ini terjadi karena permintaan dari konsumen melemah, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.
Analis dari IDC, Arthur Guo, menyebut bahwa kepercayaan konsumen terhadap belanja elektronik masih rendah karena situasi ekonomi China yang menantang. Prediksi IDC pun menyatakan bahwa permintaan smartphone di pasar China tidak akan segera pulih dalam waktu dekat, karena tantangan ekonomi dan ketidakpastian masih akan berlanjut.
Dalam persaingan merek, Huawei berhasil merebut kembali posisi pertama di pasar China dengan pangsa pasar sebesar 18,1%, meskipun pengiriman ponselnya menurun sebesar 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Vivo, yang berada di posisi kedua, mengalami penurunan paling besar yaitu 10,1% pada kuartal ini.
Oppo menempati posisi ketiga dengan pengiriman yang menurun 5%, sementara Xiaomi berada di posisi keempat sebagai satu-satunya produsen di lima besar yang mencatatkan pertumbuhan pengiriman pada kuartal ini. Sedangkan Apple di posisi kelima mengalami penurunan pengiriman yang lebih kecil yaitu 1,3%.
Meski mengalami penurunan pengiriman selama delapan kuartal berturut-turut, pangsa pasar Apple justru sedikit meningkat dari 13,7% menjadi 13,9%. Hal ini didukung oleh penyesuaian harga pada beberapa varian iPhone 16 dan 16 Pro yang memenuhi syarat subsidi pemerintah, membantu stabilisasi performa Apple di pasar China.
Analisis Ahli
Arthur Guo
Kepercayaan konsumen yang rendah dan kondisi ekonomi yang menantang masih menjadi hambatan utama bagi pemulihan pasar ponsel di China.
