BMKG Ingatkan Waspada Gempa Susulan dan Potensi Gempa Baru di Karawang-Bekasi
Sains
Iklim dan Lingkungan
22 Agt 2025
121 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gempa berkekuatan M4,7 terjadi di Karawang-Bekasi dan berdampak luas.
BMKG mencatat adanya gempa susulan dan menekankan pentingnya kewaspadaan.
Masyarakat diimbau untuk memastikan keamanan bangunan sebelum kembali ke rumah.
Pada 20 Agustus, gempa berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Karawang-Bekasi dan memberikan dampak cukup luas hingga ke beberapa kota lain seperti Purwakarta, Bandung, dan Jakarta. Gempa ini menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada beberapa rumah dan fasilitas umum di wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Setelah gempa utama, BMKG mencatat setidaknya 15 gempa susulan yang terjadi sampai 21 Agustus pukul 20.00 WIB. Gempa susulan ini adalah hal yang biasa setelah gempa besar dan biasanya memiliki kekuatan yang lebih kecil dibandingkan gempa utama. Fenomena ini disebabkan oleh penyesuaian patahan atau sesar di kerak bumi setelah bergeser.
BMKG menjelaskan bahwa gempa susulan paling sering terjadi pada hari dan jam pertama setelah gempa utama dan akan berangsur berkurang seiring waktu. Gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bahkan berbulan-bulan, tergantung pada besar gempa utama dan karakteristik geologi wilayah setempat.
Selain itu, BMKG memperingatkan masyarakat mengenai kemungkinan adanya patahan lain yang belum melepaskan energi sehingga bisa memicu gempa yang lebih besar di area berbeda yang tidak termasuk dalam rangkaian gempa susulan. Hal ini mengharuskan masyarakat tetap waspada dan tidak panik, serta menghindari informasi yang tidak jelas sumbernya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan mereka sebelum kembali menempati rumah. Jika rumah mengalami retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung dimasuki sebelum dipastikan aman secara struktur. Edukasi demikian penting untuk meminimalisasi risiko akibat gempa susulan maupun gempa baru yang mungkin terjadi.
Analisis Ahli
Ahmad Yani (Ahli Seismologi)
Frekuensi gempa susulan yang mencapai 15 kali dalam waktu singkat adalah indikasi bahwa energi tektonik masih sedang berproses menyesuaikan diri. Masyarakat perlu waspada, namun tetap tenang karena kekuatan gempa susulan biasanya menurun secara bertahap.Siti Nurul Hidayah (Geolog)
Gempa susulan yang berjalan selama beberapa hari hingga bulan merupakan hal alami. Namun, jika terjadi patahan lain yang belum melepaskan energi, ada risiko gempa baru yang berpotensi lebih besar sehingga pemetaan teknologi harus terus diperbaharui.

