Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Sebabkan Kerusakan dan Luka-Luka

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
02 Okt 2025
241 dibaca
2 menit
Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Sebabkan Kerusakan dan Luka-Luka

Rangkuman 15 Detik

Gempa berkekuatan M 6,5 menyebabkan kerusakan di Sumenep dan Pulau Sapudi.
BMKG mencatat 162 gempa susulan dengan kekuatan bervariasi.
BNPB melaporkan adanya korban luka dan kerusakan infrastruktur akibat gempa.
Pada malam tanggal 30 September 2025, sebuah gempa berkekuatan M 6,5 mengguncang wilayah Sumenep dan Pulau Sapudi di Jawa Timur. Gempa tersebut terjadi pada pukul 23:49:43 WIB dan menyebabkan kerusakan serta kepanikan di masyarakat sekitar. BMKG mencatat gempa ini sebagai gempa tektonik kerak dangkal yang terjadi karena aktivitas sesar aktif di dasar laut. Setelah gempa utama, BMKG mencatat sebanyak 162 gempa susulan dengan kekuatan mulai dari M 1,9 hingga M 4,4. Frekuensi gempa susulan ini menurun seiring waktu, namun sebanyak 42 gempa susulan terjadi dalam tiga jam pertama pasca gempa utama. Gempa susulan ini masih dirasakan oleh warga sekitar dan membuat mereka tetap waspada. Kerusakan akibat gempa terutama terjadi di Pulau Sapudi, dimana bangunan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Kondisi tanah yang lunak dan struktur bangunan yang tidak standar tahan gempa menjadi penyebab utama dari tingkat kerusakan ini. Selain itu, beberapa fasilitas ibadah dan kesehatan juga terdampak oleh gempa tersebut. Menurut data sementara hingga tanggal 1 Oktober pukul 08:28 WIB, tercatat ada tiga orang luka-luka akibat gempa ini. Warga yang merasakan guncangan keras sempat panik dan berhamburan keluar rumah demi keselamatan mereka. Penanggulangan bencana pun segera dilakukan oleh BNPB untuk memastikan kondisi warga dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Gempa ini dirasakan di banyak wilayah sekitar seperti Tuban, Denpasar, Gianyar, Lombok Utara, Kuta, dan Blitar. Masyarakat dihimbau untuk terus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dan meningkatkan kesiapsiagaan agar dampak kerusakan dan korban dapat diminimalkan.

Analisis Ahli

Daryono
Gempa ini merupakan gempa destruktif yang terjadi karena aktivitas sesar aktif di dasar laut dengan hiposenter yang dangkal, sehingga merusak bangunan yang tidak tahan gempa.
Abdul Muhari
Gempa menyebabkan kerusakan dan luka-luka, yang membuat warga panik dan harus segera dilakukan penanganan untuk memastikan keselamatan masyarakat.