Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Catat 47 Gempa dalam Sepekan di Indonesia, Waspada Gempa Susulan

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
22 Agt 2025
115 dibaca
2 menit
BMKG Catat 47 Gempa dalam Sepekan di Indonesia, Waspada Gempa Susulan

Rangkuman 15 Detik

BMKG mencatat adanya 47 kejadian gempa bumi di Indonesia dalam sepekan terakhir.
Gempa berkekuatan M4,7 di Karawang-Bekasi menyebabkan dampak signifikan, termasuk penghentian layanan transportasi umum.
Masyarakat diingatkan untuk tidak menyebarkan hoax tentang kegempaan dan selalu memantau informasi dari BMKG.
Dalam periode 15 hingga 21 Agustus 2025, BMKG mencatat adanya 47 kejadian gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia. Dari keseluruhan gempa tersebut, dua gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, termasuk gempa signifikan berkekuatan M4,7 yang mengguncang wilayah Karawang-Bekasi pada malam hari tanggal 20 Agustus. Kejadian ini sempat membuat warga panik dan layanan transportasi umum pun dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan. Setelah gempa utama di Karawang-Bekasi, terjadi 15 gempa susulan yang tercatat hingga pukul 20.00 WIB pada 21 Agustus 2025. BMKG menyatakan gempa susulan adalah fenomena yang biasa mengikuti gempa signifikan, dan biasanya intensitas serta frekuensinya akan menurun seiring berjalannya waktu. Namun, BMKG juga memberikan peringatan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa besar jika di wilayah tersebut masih terdapat patahan aktif yang belum melepaskan energinya. Mayoritas gempa yang terjadi pada periode tersebut adalah gempa dengan kekuatan kecil di bawah magnitude 4, sebanyak 37 kejadian. Selain itu, kedalaman gempa juga tergolong dangkal, yaitu kurang dari 60 km, dengan total 28 kejadian. Hal ini menjadi perhatian karena gempa dangkal cenderung lebih terasa di permukaan dan dapat menimbulkan kerusakan tergantung lokasi episenter. Hari dengan frekuensi kejadian gempa tertinggi adalah tanggal 16 Agustus 2025, dengan total 11 gempa yang berpusat di kawasan Pulau Timor dan sekitarnya. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoaks terkait kegempaan dan potensi tsunami yang kerap beredar. Sebagai sumber informasi terpercaya, masyarakat dianjurkan untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan gempa susulan. Edukasi kebencanaan dan kesiapan sebelum, saat, dan setelah gempa, termasuk mengetahui jalur evakuasi dan cara aman selama gempa, sangat krusial untuk mengurangi risiko kerugian jiwa dan harta benda. Informasi dari BMKG yang dapat diakses melalui berbagai kanal media akan membantu masyarakat memperoleh data yang akurat dan cepat.

Analisis Ahli

Ahmad Subroto (Seismolog Indonesia)
Frekuensi gempa susulan memang merupakan hal normal setelah gempa utama, namun perhatian lebih harus diberikan pada potensi patahan yang belum aktif agar risiko gempa besar bisa diminimalisir melalui tindakan mitigasi yang tepat.
Dewi Lestari (Ahli Kebencanaan)
Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan transparan dari BMKG, agar tidak panik berlebihan dan bisa bersiap dengan baik menghadapi gempa susulan yang mungkin terjadi.