Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pencarian Perangkat Elektronik di Perbatasan AS Meningkat, Privasi Terancam

Teknologi
Keamanan Siber
TechCrunch TechCrunch
21 Agt 2025
191 dibaca
2 menit
Pencarian Perangkat Elektronik di Perbatasan AS Meningkat, Privasi Terancam

Rangkuman 15 Detik

Pencarian perangkat elektronik oleh agen perbatasan AS meningkat signifikan.
Pengunjung internasional menghadapi risiko penolakan jika menolak pencarian perangkat.
Isu konstitusi terkait pencarian di perbatasan masih menjadi perdebatan hukum yang penting.
Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Customs and Border Protection (CBP) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah pencarian perangkat elektronik para pelancong internasional di perbatasan. Dalam periode tiga bulan dari April hingga Juni, CBP melakukan pencarian sebanyak 14.899 perangkat, yang merupakan rekor tertinggi hingga saat ini. Jumlah pencarian tersebut naik 17 persen dibandingkan dengan rekor tertinggi sebelumnya yang terjadi pada awal tahun 2022. Sebagian besar pencarian yang dilakukan bersifat dasar, yaitu agen perbatasan meminta password kepada pemilik perangkat dan memeriksa langsung isi perangkat tanpa menggunakan alat-alat khusus atau teknik forensik canggih. Menariknya, meskipun warga negara Amerika Serikat tidak dapat dilarang masuk ke negaranya sendiri, mereka tetap menghadapi risiko bahwa perangkat mereka bisa disita selama waktu yang tidak terbatas jika menolak pemeriksaan. Bagi pengunjung yang bukan warga negara, menolak pemeriksaan perangkat berpotensi menyebabkan mereka ditolak masuk ke Amerika Serikat. Isu pemeriksaan ini sedang menjadi perdebatan hangat terkait legalitas dan konstitusionalitasnya, karena ada pendapat yang berbeda di pengadilan-pengadilan di seluruh Amerika Serikat. Namun, sampai saat ini Mahkamah Agung AS belum memberikan keputusan definitif tentang masalah ini. Perdebatan ini penting karena menyangkut keseimbangan antara keamanan nasional dan hak privasi individu secara digital di era modern, dan akan menentukan bagaimana kebijakan pemeriksaan perangkat elektronik di perbatasan diterapkan di masa depan.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Pemeriksaan tanpa batas atas perangkat elektronik saat perbatasan membuka kesempatan buruk bagi penyalahgunaan data pribadi dan perlu ada regulasi yang lebih ketat demi melindungi hak sipil.
Jennifer Daskal
Kebijakan ini menandakan meningkatnya penggunaan teknologi sebagai alat pengawasan yang berpotensi melanggar kebebasan konstitusional, dan penting Mahkamah Agung memberikan panduan yang jelas.