Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CBP Amerika Serikat Kembangkan Sistem Wajah untuk Pantau Keberangkatan Kendaraan

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
10 Mei 2025
57 dibaca
2 menit
CBP Amerika Serikat Kembangkan Sistem Wajah untuk Pantau Keberangkatan Kendaraan

Rangkuman 15 Detik

CBP berencana untuk memperluas pengawasan biometrik ke jalur keluar untuk meningkatkan keamanan perbatasan.
Pemerintahan Trump mendorong praktik self-deportasi sebagai bagian dari kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
Palantir berperan penting dalam pengembangan alat untuk membantu ICE dalam melacak data imigrasi.
Pemerintah Amerika Serikat melalui CBP berencana mengenalkan teknologi biometrik untuk memotret setiap penumpang kendaraan di perbatasan agar dapat memverifikasi identitasnya saat meninggalkan negara. Ini merupakan bagian dari upaya untuk mengawasi self-deportation di tengah kebijakan pemerintah yang mendorong warga asing ilegal keluar dari AS secara sukarela. Sistem yang sedang dikembangkan ini akan meniru mekanisme yang saat ini sudah ada untuk pendatang yang masuk ke AS, di mana foto wajah mereka dicocokkan dengan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa untuk memastikan identitas. Namun untuk keberangkatan kendaraan sistem ini masih dalam tahap percobaan dan belum memiliki jadwal resmi penerapan. Hingga saat ini, CBP mengalami kesulitan teknis dalam mendapatkan foto yang cukup untuk seluruh penumpang kendaraan. Pada tes sebelumnya, kamera hanya berhasil menangkap dan memvalidasi gambar wajah setiap penumpang di dalam kendaraan sebanyak 61 hingga 80 persen dari waktu pengujian. Sementara itu, ICE bekerja sama dengan perusahaan perangkat lunak Palantir membangun sistem baru bernama ImmigrationOS yang dirancang untuk memberikan data real-time terkait self-deportation orang asing yang meninggalkan AS. Meski begitu, CBP tidak menggunakan layanan Palantir untuk pengawasan di perbatasan. Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang baru-baru ini mencabut izin tinggal sementara bagi banyak orang di bawah perlindungan sementara dari beberapa negara dan menawarkan insentif uang untuk keberangkatan sukarela. Upaya ini dianggap penting untuk menegakkan aturan imigrasi dan mengelola keluar masuknya orang asing dengan lebih baik.