Admiral Nakhimov Kembali Berlayar Setelah Modernisasi Terbesar Kapal Rusia
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
20 Agt 2025
37 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Admiral Nakhimov kembali menjalani uji coba laut setelah 26 tahun di dok kering.
Modernisasi Admiral Nakhimov mencakup pemasangan sistem peluncuran vertikal dan berbagai senjata canggih.
Proyek ini diharapkan menjadikan Admiral Nakhimov sebagai kapal perang utama angkatan laut Rusia.
Admiral Nakhimov, kapal penjelajah bertenaga nuklir Rusia, akhirnya kembali menjalani uji coba laut setelah terakhir aktif pada tahun 1997. Kapal ini telah mengalami modernisasi besar sejak tahun 2014 dengan banyak penundaan, dan sekarang sedang diuji coba di Laut Putih.
Kapal yang awalnya bernama Kalinin ini merupakan bagian dari kelas Kirov era Soviet dan merupakan salah satu kapal permukaan bertenaga nuklir terbesar di dunia. Dengan bobot 28.000 ton, kapal ini memiliki kapasitas peluncuran rudal yang lebih banyak dibanding kapal perang lain yang ada saat ini.
Salah satu fitur utama dari modernisasi ini adalah pemasangan 174 peluncur vertikal yang mampu membawa berbagai jenis rudal, termasuk rudal Kalibr, Oniks, dan Zircon hipersonik. Hal ini membuat Admiral Nakhimov menjadi platform rudal yang sangat kuat dan lengkap.
Selain rudal, kapal ini mendapatkan peningkatan sistem radar, komando dan kontrol, serta persenjataan jarak dekat seperti sistem Pantsir-M. Kanon utama kapal juga diganti dengan model modern AK-192M kaliber 130 mm untuk meningkatkan daya tembaknya.
Admiral Nakhimov diproyeksikan akan menjadi kapal andalan Angkatan Laut Rusia, menggantikan kapal Kirov lainnya, Pyotr Velikiy. Satu-satunya kapal penjelajah bertenaga nuklir yang tersisa ini juga menjadi simbol upaya Rusia mempertahankan kekuatan maritimnya di tengah tantangan modernisasi.
Analisis Ahli
John Hemmings (Defense Analyst)
Modernisasi kapal Admiral Nakhimov menunjukkan fokus Rusia pada kekuatan kapal permukaan yang berteknologi tinggi, dengan penambahan peluru kendali hipersonik yang akan mengubah dinamika konflik maritim di masa depan.


