Rusia Siapkan Proyek Besar Angkat Kapal Selam Nuklir dari Laut Arktik
Sains
Iklim dan Lingkungan
22 Okt 2025
27 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek pemulihan kapal selam K-27 dan K-159 bertujuan untuk mengurangi risiko pencemaran radioaktif.
Kapal selam K-27 dan K-159 memiliki sejarah yang terkait dengan kebocoran radiasi dan kerusakan struktural.
Bellona Foundation berperan penting dalam meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan yang terkait dengan kapal selam nuklir.
Dua kapal selam nuklir Soviet, K-27 dan K-159, telah tenggelam di dasar Laut Arktik selama beberapa dekade dan mengandung bahan radioaktif yang berpotensi membahayakan lingkungan. K-27 mengalami kebocoran bahan radioaktif beberapa hari setelah mulai beroperasi pada tahun 1963 dan diakhiri dengan dekomisioning pada tahun 1979. Untuk mencegah kebocoran, reaktor kapal ini diisi dengan tar sebelum ditenggelamkan di lokasi yang relatif dangkal di Laut Kara.
Sedangkan kapal selam K-159 mengalami kebocoran dan kerusakan selama masa operasinya, serta tenggelam saat ditarik menuju galangan kapal pada tahun 2003 karena hull yang sudah berkarat parah. Kapal ini membawa bahan bakar nuklir sebanyak 800 kilogram yang kini berada di dasar laut sekitar 700 kaki di bawah permukaan air.
Organisasi lingkungan seperti Bellona Foundation mengingatkan bahwa radioaktivitas dari kedua kapal selam tersebut setara dengan seperempat radiasi yang dilepaskan pada awal bencana Fukushima. Hal ini menciptakan kekhawatiran serius tentang kemungkinan terjadinya pencemaran radioaktif di perairan Arktik yang bisa berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Rusia merencanakan sebuah proyek multi-miliar dolar untuk mengangkat kembali kedua kapal selam ini dari dasar laut. Rencana ini sudah masuk dalam anggaran federal dan diperkirakan persiapan dimulai tahun 2026 dengan pengerjaan dimulai tahun 2027. Namun, konflik Rusia-Ukraina telah menunda kemajuan proyek ini selama beberapa waktu.
Proyek pengangkatan kapal selam nuklir dari dasar laut Arktik merupakan operasi yang sangat kompleks dan mahal. Meskipun perusahaan seperti Mammoet pernah berhasil mengangkat kapal selam nuklir Kursk pada tahun 2002, belum jelas apakah Rusia akan menggunakan jasa perusahaan asing tersebut mengingat kondisi politik dan konflik saat ini.
Analisis Ahli
Dr. Ivan Petrov, Ahli Nuklir Rusia
Pengangkatan kapal selam nuklir ini adalah langkah yang sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kebocoran bahan radioaktif, meski teknologinya masih harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan Arktik yang keras.Anna Jensen, Aktivis Lingkungan Norwegia
Upaya ini sangat penting untuk melindungi ekosistem Arktik dari pencemaran nuklir yang bisa berdampak buruk tidak hanya bagi Rusia tapi negara-negara tetangga dan dunia.
