Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rudal Nuklir Bertenaga Nuklir Rusia: Ambisi Berbahaya dari Masa Perang Dingin

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (4mo ago) physics-and-chemistry (4mo ago)
27 Okt 2025
6 dibaca
2 menit
Rudal Nuklir Bertenaga Nuklir Rusia: Ambisi Berbahaya dari Masa Perang Dingin

Rangkuman 15 Detik

Burevestnik adalah peluru kendali yang bertenaga nuklir dan sedang dalam tahap pengujian.
Uji coba Burevestnik menuai kontroversi karena risiko radiasi dan masalah keselamatan.
Kecelakaan di Nyonoksa menunjukkan bahaya nyata yang terlibat dalam pengembangan teknologi senjata nuklir.
Rusia mengumumkan klaim bahwa rudal jelajah 9M730 Burevestnik berhasil terbang selama 15 jam dan menempuh jarak hingga 14.000 kilometer dengan menggunakan tenaga dari reaktor nuklir kecil di dalamnya. Klaim ini diumumkan bersama olah raga nuklir besar-besaran oleh negara tersebut, menunjukkan bahwa senjata ini sudah memasuki tahap pengujian lanjut. Namun, hingga kini belum ada bukti independen seperti data satelit yang bisa membuktikan klaim itu benar. Rudal ini terinspirasi dari proyek Amerika Serikat pada tahun 1950-an yang bernama Project Pluto, di mana dibuat mesin jet yang bertenaga nuklir agar bisa terbang sangat lama dan dengan kecepatan tinggi. Proyek tersebut akhirnya dibatalkan karena risiko tumpahan radioaktif dari gas buangan reactor dan munculnya teknologi misil balistik yang lebih baik. Rusia mencoba menghidupkan kembali konsep ini dengan Burevestnik. Sistem kerja rudal ini menggunakan roket konvensional untuk mencapai ketinggian tertentu, kemudian beralih menggunakan tenaga dari reaktor nuklir di dalamnya yang memanaskan udara dan mendorong rudal untuk terbang terus. Teknologi ini menghadirkan tantangan besar karena harus melindungi sistem elektronik dari radiasi, mengatur suhu panas dan mencegah polusi radioaktif jika terjadi kecelakaan saat pengujian atau peluncuran. Sejauh ini pengujian rudal ini sering mengalami kegagalan, bahkan pada 2019 terjadi ledakan yang menewaskan beberapa teknisi dan menyebabkan peningkatan radiasi di kota sekitar lokasi uji dekat Laut Putih. Insiden ini menambah kekhawatiran tentang risiko lingkungan dan keselamatan program ini. Para analis dan pakar senjata menyatakan rudal Burevestnik saat ini masih sangat eksperimental dan belum terbukti handal, bahkan ada keraguan atas nilai strategisnya. Meski memiliki potensi lolos dari pertahanan musuh, risikonya terlalu besar dan dampak ekologisnya bisa meluas jika terjadi kecelakaan atau kerusakan selama penerbangan.

Analisis Ahli

Jeffrey Lewis
Tidak ada bukti kredibel bahwa Rusia telah berhasil mewujudkan penerbangan berkelanjutan dengan tenaga nuklir, rudal ini masih sangat eksperimental dan tidak dapat diandalkan.
James Acton
Teknologi ini menghadapi tantangan besar dan tidak jelas apakah dapat memberikan keuntungan strategis yang signifikan dibandingkan risiko besar yang mengikutinya.