Rusia Uji Coba Drone Bawah Air Nuklir Poseidon: Senjata Baru Tak Tertandingi
Sains
Fisika dan Kimia
30 Okt 2025
114 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Rusia berhasil menguji coba drone bertenaga nuklir, Poseidon, yang memiliki kecepatan dan kedalaman luar biasa.
Poseidon dianggap sebagai senjata strategis yang dapat menghindari sistem pertahanan musuh.
Ujicoba ini memperkuat posisi Rusia dalam konteks ketegangan geopolitik saat ini.
Rusia baru saja mengumumkan keberhasilan pengujian sebuah drone bawah air bertenaga nuklir bernama Poseidon. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa drone ini mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan dan kedalaman operasional yang sangat tinggi, membuatnya sulit untuk dideteksi maupun dicegat oleh musuh.
Poseidon merupakan senjata baru yang pertama kali diperkenalkan oleh Putin pada 2018. Sistem ini didesain sebagai senjata bencana dengan kemampuan menciptakan tsunami radioaktif besar untuk menyerang target di pesisir musuh, menambah tingkat ancaman strategis dari senjata ini.
Drone ini memiliki kecepatan mencapai 200 km/jam, jauh lebih cepat daripada torpedo tradisional dan kapal perang biasa. Penggerak bertenaga nuklir memberikan Poseidon jangkauan tak terbatas sehingga memungkinkan operasi yang tahan lama dan sulit diprediksi.
Putin menegaskan bahwa reaktor nuklir yang digunakan drone ini ukurannya 100 kali lebih kecil dibandingkan yang ada di kapal selam, tetapi cukup kuat untuk membawa hulu ledak yang daya ledaknya lebih tinggi dari rudal balistik antar benua Sarmat versi Rusia.
Pengujian tersebut dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Amerika Serikat terkait konflik di Ukraina, menegaskan posisi Rusia sebagai kekuatan militer yang masih terus mengembangkan teknologi senjata mutakhir.
Analisis Ahli
Dr. Andrei Frolov (Ahli Teknologi Nuklir Rusia)
Pengembangan Poseidon menunjukkan kemampuan teknis Rusia yang maju dalam teknologi reaktor miniatur dan propulsi nuklir, menempatkan mereka dalam posisi superior dalam senjata strategis bawah laut.Prof. Emily Sanders (Pakar Pertahanan Internasional USA)
Meskipun teknologi Poseidon mengesankan, klaim tak dapat dicegat harus dianggap skeptis, karena teknologi sistem pertahanan udara dan bawah laut dari AS dan sekutunya terus berkembang untuk menanggulangi ancaman semacam itu.

