Mikroba Misterius di Bawah Tanah: Kehidupan Terlama dan Teraneh di Bumi
Sains
Iklim dan Lingkungan
20 Agt 2025
203 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Mikroba memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di lingkungan ekstrem.
Penelitian tentang mikroba di dalam bumi membuka wawasan baru tentang batasan kehidupan.
Terdapat potensi aplikasi praktis dari penelitian mikroba ini dalam bidang medis dan teknologi.
Saat masih kecil, Karen Lloyd suka bermain di pantai dan muara di North Carolina sambil mencari makhluk kecil. Ketertarikan ini membawanya menjadi ilmuwan yang meneliti mikroba hidup jauh di bawah tanah, yang tidak terlihat oleh mata biasa. Penelitian ini membuka wawasan baru tentang bentuk kehidupan yang ada di dunia ini.
Pada tahun 2013, dengan bantuan teknologi pemetaan DNA terkini, Lloyd dan timnya membuktikan bahwa sedimen dasar laut di Aarhus Bay, Denmark, penuh dengan mikroba yang hidup dan makan dengan cara yang sebelumnya tak dikenal, seperti mengurai protein yang terkubur dalam sedimen.
Mikroba yang disebut intraterrestrials ini bahkan bisa 'bernafas' batu dan limbah kimia, bukan oksigen seperti manusia. Mereka bisa bertahan hidup bertahun-tahun tanpa membelah diri, hanya memperbaiki diri dan berinteraksi satu sama lain dalam komunitas mereka yang tersembunyi.
Penelitian ini menimbulkan konsep baru seperti 'aeonophiles' — mikroba yang hidup dengan rentang waktu sangat panjang, bisa mencapai ratusan ribu tahun. Ini melampaui batas pemahaman kita tentang waktu dan energi dalam kehidupan, serta dapat beradaptasi dengan perubahan geologis besar seperti zaman es.
Temuan ini tidak hanya memperluas ilmu pengetahuan, tapi juga menjanjikan aplikasi praktis, misalnya enzim dari mikroba ini dapat dipakai untuk menstabilkan obat saat dikirim ke tempat terpencil. Karen Lloyd juga aktif mengedukasi masyarakat melalui TED Talk dan bukunya tentang kehidupan mikroba ekstrem ini.
Analisis Ahli
Bo Barker Jørgensen
Penelitian ini mengungkap keberadaan ekosistem bawah tanah yang sebelumnya tidak terduga, memperbesar pemahaman kita tentang mikroba ekstrem dan dinamika kimia dalam sedimen laut.Ramunas Stepanauskas
Teknologi single-cell genomics memungkinkan penemuan kehidupan mikroba tersembunyi, membuka peluang besar untuk mengkaji keragaman dan fungsi ekologis mikroorganisme di habitat ekstrem.

