AI summary
Asgard archaea memberikan wawasan baru tentang evolusi sel eukariota. Penemuan sitoskeleton yang mirip dengan eukariota menunjukkan koneksi evolusi yang penting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami fungsi mikrotubulus dalam Asgard dan perannya dalam pembagian sel. Pada tahun 2010, mikroorganisme bernama Asgard archaea ditemukan di lumpur Laut Utara dengan gen yang mirip manusia dan organisme eukariotik lainnya. Asgard dianggap sebagai kerabat dekat atau mungkin tahap awal dalam evolusi sel eukariotik. Namun, sangat sulit untuk menumbuhkan dan mengamati mereka, sehingga teori tentang bentuk dan peran mereka berkembang selama bertahun-tahun.Baru-baru ini, ilmuwan dari ETH Zurich dan University of Vienna berhasil mengidentifikasi protein yang mirip dengan tubulin, komponen penting dari sitoskeleton eukariotik, di dalam Asgard. Mereka menunjukkan bahwa protein ini bisa membentuk struktur tubular yang mirip dengan mikro tubulus pada sel kita, meski dengan ukuran dan jumlah batang yang berbeda.Temuan ini sangat penting karena mikro tubulus adalah salah satu struktur kunci dalam mengatur pembelahan sel dan pergerakan dalam sel eukariotik. Kehadiran protein serupa menunjukkan bahwa Asgard dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana eukariotik pertama berevolusi dari nenek moyang yang lebih sederhana.Namun, mikro tubulus ini sangat jarang dan belum ada penelitian yang berhasil mengamati langsung pembelahan sel pada Asgard. Organisme ini tumbuh lambat dan bergantung pada lingkungan khusus, sehingga penelitian masih membutuhkan waktu dan kondisi yang tepat.Para peneliti berharap menemukan jenis Asgard lain dengan siklus hidup yang lebih cepat agar bisa mengamati fungsi tubulin secara langsung. Ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan kompleks di Bumi, termasuk manusia, berevolusi dari bentuk kehidupan yang sangat sederhana.
Penemuan ini sangat signifikan karena mengisi celah besar dalam pengetahuan evolusi sel eukariotik, namun masih terlalu dini untuk menyimpulkan fungsi penuh tubulin dalam pembelahan sel Asgard. Penelitian lanjutan harus fokus pada isolasi organisme dengan siklus hidup lebih cepat agar fenomena biologis penting ini bisa dipahami secara real time.