Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BRIN Ungkap Bukti Tsunami Raksasa di Selatan Jawa, Peringatan Serius!

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
16 Agt 2025
301 dibaca
1 menit
BRIN Ungkap Bukti Tsunami Raksasa di Selatan Jawa, Peringatan Serius!

Rangkuman 15 Detik

Tsunami raksasa di selatan Jawa memiliki siklus kejadian yang berulang dan perlu diwaspadai.
Pembangunan infrastruktur di daerah rawan tsunami harus mempertimbangkan risiko bencana dan sejarahnya.
Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian saat terjadi bencana.
Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bukti ilmiah tentang tsunami raksasa yang pernah menerjang wilayah selatan Jawa ribuan tahun lalu. Temuan ini penting karena menunjukkan ancaman nyata yang masih mengintai kawasan padat penduduk tersebut. Para peneliti menemukan lapisan sedimen tsunami purba berumur sekitar 1.800 tahun di berbagai lokasi seperti Lebak, Pangandaran, dan Kulon Progo. Riset ini menggunakan teknik analisis cermat seperti mikrofauna, unsur kimia, dan radiokarbon untuk memvalidasi data. Temuan menunjukkan bahwa tsunami besar terjadi secara berulang setiap 600 hingga 800 tahun. Ini artinya tsunami berikutnya bukan lagi soal apakah akan terjadi, tapi kapan akan terjadi, sehingga perlu diantisipasi sejak sekarang. Pembangunan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan industri di selatan Jawa saat ini belum sepenuhnya memperhatikan risiko tsunami, yang dapat berakibat fatal baik secara korban jiwa maupun ekonomi. Peningkatan kesadaran dan perencanaan berbasis risiko sangat diperlukan. BRIN mendorong penggunaan data paleotsunami dalam tata ruang dan mitigasi bencana serta peningkatan edukasi kebencanaan di masyarakat dan sekolah. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan cepat evakuasi saat terjadi gempa kuat di dekat pantai.

Analisis Ahli

Purna Sulastya Putra
Paleotsunami menunjukkan siklus berulang tsunami raksasa, semakin menegaskan perlunya kesiapsiagaan dan perencanaan pemanfaatan wilayah yang lebih berwawasan risiko.