BRIN Ungkap Bukti Tsunami Raksasa Berulang di Selatan Jawa, Waspada Ancaman Besar
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Okt 2025
20 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Riset paleotsunami sangat penting untuk memahami ancaman tsunami di selatan Jawa.
Infrastruktur yang dibangun tanpa mempertimbangkan risiko bencana dapat menyebabkan kerugian besar.
Edukasi kebencanaan harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi tsunami.
BRIN melalui tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi menemukan bukti ilmiah keberadaan tsunami raksasa yang pernah melanda selatan Jawa ribuan tahun lalu. Riset ini penting karena wilayah tersebut sedang mengalami perkembangan pesat dengan berbagai pembangunan infrastruktur. Dengan memahami sejarah tsunami purba, kita bisa menyiapkan diri menghadapi ancaman yang berpotensi kembali terjadi.
Penemuan utama berupa lapisan sedimen tsunami berumur sekitar 1.800 tahun ditemukan di Lebak, Pangandaran, dan Kulon Progo, yang menunjukkan adanya tsunami besar akibat gempa megathrust bermagnitudo 9 atau lebih. Selain itu, lapisan tsunami lain ditemukan dengan usia berbeda yaitu 400, 1.000, dan 3.000 tahun lalu, menunjukkan tsunami besar terjadi secara berulang dengan siklus 600-800 tahun.
Riset dilakukan dengan mengamati lingkungan rawa dan laguna di beberapa lokasi, serta melakukan analisis mikrofauna, unsur kimia, dan penentuan usia radiokarbon. Temuan unik seperti pasir kaya mikrofauna laut, foraminifera, dan coral bercabang dalam posisi berdiri memperkuat bukti adanya gelombang tsunami besar yang menggenangi daratan yang kini padat penduduk.
BRIN mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan industri di selatan Jawa belum sepenuhnya memperhitungkan risiko tsunami. Padahal, kawasan ini diperkirakan akan dihuni lebih dari 30 juta orang pada 2030. Oleh karena itu, data riset paleotsunami harus menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana yang efektif agar mengurangi kerugian dan korban jiwa.
Selain memberikan data ilmiah, BRIN menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Jika terjadi gempa kuat di dekat pantai, masyarakat diminta segera evakuasi tanpa menunggu peringatan resmi. Dengan kesiapsiagaan dan budaya sadar risiko yang kuat, dampak buruk tsunami raksasa bisa diminimalkan.
Analisis Ahli
Andi Supriatna (Ahli Geologi Bencana)
Riset BRIN ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peringatan dini dan strategi evakuasi yang komprehensif di wilayah rawan tsunami, terutama untuk mengurangi dampak bencana di kemudian hari.

