Penemuan Jejak Tsunami Purba di Jawa Selatan Tingkatkan Mitigasi Bencana
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Okt 2025
94 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Indonesia memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.
Riset paleotsunami oleh BRIN membantu mengidentifikasi jejak tsunami purba untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Temuan tentang endapan tsunami penting untuk perencanaan tata ruang dan evakuasi di wilayah pesisir.
Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Namun, data sejarah tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa sangat terbatas, sehingga potensi ancaman tsunami besar bisa saja terlewatkan.
Untuk mengisi kekosongan pengetahuan tersebut, tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset paleotsunami dengan mengidentifikasi lapisan sedimen yang tersimpan di tanah dan batuan untuk mendeteksi jejak tsunami purba.
Survei selama hampir dua dekade berhasil menemukan lapisan endapan tsunami yang diduga berasal dari tsunami besar sekitar 1.800 tahun lalu di berbagai lokasi sepanjang pesisir selatan Jawa, termasuk Lebak, Pangandaran, Kulon Progo, dan Pacitan.
Penemuan lapisan pasir yang mengandung foraminifera laut dan struktur khas yang menandakan hempasan gelombang besar menunjukkan adanya tsunami berulang kali, akibat gempa megathrust besar dengan magnitudo lebih dari 9.
Temuan ini sangat penting untuk pengambilan kebijakan berbasis data ilmiah dalam menyusun zonasi rawan bencana, tata ruang wilayah pesisir, dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui simulasi evakuasi tsunami, sehingga mitigasi bencana bisa dilakukan lebih tepat dan efektif.
Analisis Ahli
Purna Sulastya Putra
Temuan paleotsunami ini tidak hanya menambah data akademik, tetapi vital untuk menyusun zonasi wilayah rawan bencana dan sebagai dasar kebijakan mitigasi yang efektif.

