Asap Kebakaran Hutan Lebih Mematikan dari yang Diperkirakan Sebelumnya
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
17 Agt 2025
118 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Asap kebakaran mengandung PM2.5 yang lebih berbahaya daripada emisi lalu lintas.
Risiko kematian akibat PM2.5 dari asap kebakaran jauh di bawah estimasi sebelumnya.
Penelitian ini menekankan pentingnya menggunakan data risiko yang spesifik untuk sumber polusi.
Penelitian baru yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Global Barcelona (ISGlobal) mengungkap bahwa bahaya kematian akibat paparan asap kebakaran hutan jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Asap ini mengandung partikel halus PM2.5 yang telah lama diketahui dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kematian dan penyakit pernapasan.
Dengan menggunakan data yang luas dari 654 wilayah di 32 negara Eropa selama 2004 hingga 2022, para peneliti membandingkan dampak kesehatan dari PM2.5 yang berasal dari asap kebakaran hutan dan dari sumber lain seperti polusi lalu lintas. Hasilnya menunjukkan bahwa partikel dari asap kebakaran hutan lebih berbahaya dan meningkatkan risiko kematian lebih besar.
Data menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 mikrogram per meter kubik PM2.5 dari asap kebakaran hutan meningkatkan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 0.7%, serta secara khusus meningkatkan kematian akibat penyakit pernapasan dan jantung dalam minggu pertama paparan.
Sebelumnya, penilaian dampak kesehatan yang menggunakan risiko umum untuk semua PM2.5 menyebabkan angka kematian akibat kebakaran hutan diperkirakan hanya 38 kematian per tahun. Namun, studi ini menemukan angka kematian sebenarnya hampir 14 kali lebih tinggi, yaitu 535 kematian per tahun, menegaskan bahwa bahaya yang sebenarnya sangat diremehkan.
Penelitian ini menyoroti pentingnya menggunakan data risiko yang disesuaikan berdasarkan jenis dan sumber polutan untuk memperbaiki pemantauan dan kebijakan kesehatan publik, terutama dengan meningkatnya frekuensi kebakaran hutan yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Analisis Ahli
Anna Alari
Meningkatkan estimasi kematian terkait PM2.5 dari kebakaran hutan sangat penting untuk melacak beban kesehatan dari ancaman perubahan iklim.

