Asap Kebakaran Hutan Karena Perubahan Iklim Sebabkan 15.000 Kematian di AS
Sains
Iklim dan Lingkungan
09 Mei 2025
184 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebakaran hutan yang dipicu oleh perubahan iklim menyebabkan kematian dan kerugian ekonomi yang signifikan.
Partikulat halus (PM2.5) dari asap kebakaran hutan merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Tanpa tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dampak kebakaran hutan terhadap kesehatan dan ekonomi akan terus meningkat.
Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah meningkatkan frekuensi dan keparahan kebakaran hutan di Amerika Serikat. Kebakaran ini menghasilkan asap yang berbahaya untuk kesehatan manusia karena mengandung partikel halus bernama PM2.5 yang bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Oregon State University menunjukkan bahwa antara tahun 2006 dan 2020, asap kebakaran hutan menyebabkan sekitar 15.000 kematian yang terkait langsung dengan perubahan iklim. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibanding kematian akibat badai besar seperti topan.
Daerah seperti Oregon dan California adalah yang paling terdampak, dengan jumlah kematian tahunan yang sangat tinggi. Polusi dari kebakaran hutan juga menghapus kemajuan yang telah dicapai dalam hal kualitas udara selama beberapa dekade terakhir.
Paparan jangka pendek terhadap partikel PM2.5 bisa menyebabkan iritasi, sementara paparan jangka panjang dapat memicu penyakit jantung dan gangguan pernapasan yang serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan wanita hamil.
Tanpa upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan intervensi kesehatan masyarakat, kematian akibat asap kebakaran hutan diperkirakan akan meningkat setidaknya 50% pada pertengahan abad ini dengan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar setiap tahunnya.
Analisis Ahli
Bev Law
Peningkatan kebakaran hutan yang terkait dengan perubahan iklim memperparah polusi PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan manusia, yang menuntut perhatian segera untuk mengurangi emisi dan memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

