Penelitian Baru Ungkap Bahaya Polusi Udara PM1 yang Mengancam Kesehatan di AS
Sains
Iklim dan Lingkungan
15 Jun 2025
273 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Polusi udara, terutama PM1, merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di AS.
Studi baru memberikan data penting yang dapat membantu dalam pengaturan dan pengurangan polusi PM1.
Kebijakan lingkungan seperti Clean Air Act telah berhasil mengurangi tingkat PM1, tetapi tantangan baru muncul dari kebakaran hutan.
Polusi udara di Amerika Serikat merupakan masalah serius yang berkontribusi pada puluhan ribu kematian dini setiap tahun. Polutan PM2.5 dikenal luas karena kemampuannya menembus paru-paru, namun partikel yang lebih kecil yaitu PM1 kurang dipahami, padahal potensinya untuk merusak kesehatan bisa saja lebih besar.
Sebuah studi dari Washington University di St. Louis telah memetakan 25 tahun tingkat PM1 di seluruh Amerika Serikat, menggunakan data komposisi dari PM2.5. Penelitian ini menggunakan teknologi satelit dan pemodelan atmosfer untuk mengetahui di mana dan bagaimana partikel-partikel ini terbentuk dan terakumulasi.
PM1 berasal dari emisi langsung seperti asap mesin diesel dan kebakaran hutan, serta pembentukan tidak langsung dari pembakaran bahan bakar. Partikel ini sangat kecil, bahkan lebih kecil dari sel darah merah, sehingga dapat menembus lebih jauh ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai penyakit kronis.
Hasil studi menunjukkan bahwa regulasi lingkungan seperti Clean Air Act berhasil menurunkan tingkat PM1 dari tahun 1998 hingga 2010. Namun, sejak 2010 penurunan ini melambat karena meningkatnya aktivitas kebakaran hutan yang menambah polusi udara.
Data baru ini membuka peluang bagi Amerika Serikat untuk mengembangkan regulasi yang lebih spesifik terhadap PM1. Langkah selanjutnya adalah bekerja sama dengan para ahli epidemiologi untuk menghubungkan paparan PM1 dengan berbagai masalah kesehatan, guna melindungi masyarakat secara lebih efektif.


