Penemuan Baru Ungkap Peran Domba dalam Penyebaran Wabah Kuno 4000 Tahun Lalu
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
11 Agt 2025
170 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian baru menunjukkan bahwa domba dapat menjadi sumber penyebaran plague kuno.
Strain Yersinia pestis yang ditemukan menunjukkan kesamaan genetik yang tinggi dengan infeksi manusia.
Pentingnya menemukan reservoir liar untuk memahami penyebaran penyakit kuno ini.
Para ilmuwan berhasil menemukan bukti bahwa strain bakteri Yersinia pestis, penyebab wabah kuno, ditemukan dalam seekor domba berusia 4.000 tahun yang berasal dari situs Arkaim di Rusia. Temuan ini penting karena memberikan kaitan langsung antara hewan ternak dan penyebaran penyakit pada masa Late Neolithic dan Zaman Perunggu.
Penelitian ini melibatkan banyak institusi ternama seperti Max Planck Institute dan Harvard University. Mereka fokus pada strain wabah kuno yang tidak bisa ditularkan melalui kutu seperti wabah di masa lalu yang lebih baru, sehingga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana penyakit itu menyebar.
Analisis DNA menunjukkan bahwa strain yang ditemukan pada domba sangat mirip dengan strain yang menginfeksi manusia pada waktu dan lokasi yang hampir bersamaan. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa wabah menyebar melalui kontak antara manusia dan hewan ternak.
Para peneliti menduga wabah bermula dari hewan liar yang menjadi reservoir penyakit, kemudian menular ke domba saat mereka merumput dan akhirnya berpindah ke manusia. Evolusi bakteri ini juga ditemukan lebih terkendali daripada sifat evolusi virus modern seperti SARS-CoV-2.
Kesimpulannya, penyebaran wabah kuno ini terkait erat dengan peningkatan dan pergerakan penggembalaan domba di Eurasia. Studi ini membuka pintu baru untuk memahami sejarah penularan penyakit dan menunjukkan pentingnya mencari sumber penyakit di masa lalu.
Analisis Ahli
Dr. Christina Warinner
Penemuan luar biasa ini menunjukkan pentingnya penelitian genetika kuno dan arkeologi dalam mengungkap sejarah penyakit dan interaksi manusia-hewan.Dr. Felix M. Key
Studi ini menegaskan bahwa strain kuno Yersinia pestis berevolusi dengan cara yang sangat berbeda dari pandemi modern, dan menemukan reservoir aslinya adalah kunci untuk memahami sejarah epidemi tersebut.


