Penemuan Bakteri Penyebab Wabah Justinian di Kota Kuno Jerash
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
29 Agt 2025
224 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan bukti genetik Yersinia pestis memberikan konfirmasi tentang penyebab Wabah Justinian.
Jerash sebagai lokasi penelitian menunjukkan dampak besar dari wabah pada masyarakat kuno.
Pandemi dapat muncul dari berbagai sumber dan bukan hanya dari satu peristiwa tunggal.
Para peneliti akhirnya menemukan bukti genetik langsung dari bakteri penyebab Wabah Justinian, yakni Yersinia pestis, di sebuah kuburan massal di Jerash, Yordania. Penemuan ini sangat penting karena ini adalah pusat wabah pandemi pertama yang pernah tercatat dalam sejarah.
Wabah Justinian yang terjadi antara tahun 541 hingga 750 Masehi menyebabkan kematian jutaan orang dan melemahkan Kekaisaran Bizantium. Dampaknya sangat luas, bahkan mengubah peta geopolitik dan sejarah peradaban Barat.
Sebelumnya, bukti genetik hanya ditemukan di desa kecil di Eropa Barat, jauh dari pusat wabah. Dengan menggunakan teknik DNA kuno, para ilmuwan berhasil mendapatkan sampel dari gigi korban di Jerash dan mengekstraksi informasi genetik bakteri tersebut.
Analisis menunjukkan bahwa strain bakteri tersebut hampir identik antar korban, yang menunjukkan wabah yang cepat dan mematikan. Menariknya, Yersinia pestis muncul berulang kali dari hewan selama ribuan tahun, berbeda dengan pandemi COVID-19 yang berasal dari satu titik awal.
Penemuan ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita hidup di dunia modern, ancaman wabah dari bakteri seperti Yersinia pestis masih nyata sampai sekarang, terbukti dengan kasus terbaru kematian akibat wabah di Amerika Serikat pada tahun 2023.
Analisis Ahli
Rays H. Y. Jiang
Penemuan ini adalah bukti definitif yang sangat penting untuk memahami penyebaran wabah Justinian di pusatnya, membuka peluang untuk studi penyakit menular bersejarah yang lebih mendalam.Greg O’Corry-Crowe
Analisis DNA ini menunjukkan betapa cepat dan luasnya wabah tersebut menyerang populasi, dan mengilustrasikan dampak sosial dari pandemi di pusat-pusat kota kuno.

