Kecepatan Internet Indonesia Masih Rendah, Ini Tantangan Transformasi Digital
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
09 Agt 2025
282 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecepatan internet di Indonesia masih rendah dan tidak merata, menjadi tantangan untuk transformasi digital.
APJII mendorong peningkatan infrastruktur digital agar konektivitas nasional dapat diperbaiki.
Laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran positif meskipun masih banyak pengguna yang menikmati kecepatan internet rendah.
Kecepatan internet di Indonesia saat ini masih belum mencapai optimal, sehingga menjadi sebuah tantangan besar bagi perkembangan transformasi digital yang sedang digalakkan di seluruh negeri. Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, mengungkapkan bahwa infrastruktur digital yang belum merata menjadi salah satu faktor utama masalah ini.
Laporan dari APJII berjudul 'Profil Internet Indonesia 2025' menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet tetap di Indonesia masih menikmati kecepatan yang relatif rendah, dengan sekitar 33,43% berada di kisaran 10-20 Mbps dan masih ada 18,71% pengguna dengan kecepatan di bawah 10 Mbps.
Meskipun demikian, ada tren positif yang terlihat dalam laporan tersebut, yaitu penurunan jumlah pengguna dengan kecepatan internet di bawah 10 Mbps dari 26,51% pada tahun 2024 menjadi 18,71% pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan meskipun masih jauh dari ideal.
Hanya sebagian kecil pengguna, sekitar 2,31%, yang menikmati kecepatan lebih dari 100 Mbps, menunjukkan bahwa akses internet berkecepatan sangat tinggi masih belum merata dan terbatas di beberapa tempat saja di Indonesia.
Dari kondisi ini, bisa disimpulkan bahwa pemerintah dan semua pihak terkait harus terus berkomitmen dan berupaya keras dalam memperbaiki dan memperluas infrastruktur digital agar kecepatan internet meningkat dan merata di seluruh Indonesia, sehingga transformasi digital dapat berjalan lebih maksimal.



