Tantangan Infrastruktur dan 5G Demi Internet 100 Mbps Indonesia Merata
Bisnis
Ekonomi Makro
29 Sep 2025
234 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Infrastruktur internet di Indonesia masih dalam proses pengembangan, terutama di luar Jawa.
Diperlukan biaya tinggi untuk membangun infrastruktur internet yang memadai di daerah terpencil.
Layanan internet 100 Mbps memerlukan perangkat 5G, karena jaringan 4G tidak cukup.
Indonesia memiliki target besar untuk menyediakan internet berkecepatan 100 Mbps untuk seluruh warganya. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah infrastruktur yang belum merata, terutama di wilayah luar Pulau Jawa. Wilayah Jawa disebut lebih maju dan memiliki fasilitas yang mendukung untuk layanan internet cepat.
Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Dian Siswarini, mengatakan bahwa infrastruktur untuk internet di kota-kota besar sudah matang, sementara pembangunan di daerah lain masih berlangsung dan perlu biaya besar untuk pengembangan.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan jaringan fiber optic yang sangat penting untuk mendukung kecepatan internet tinggi. Operator juga harus memastikan kapasitas dan biaya operasional dapat dipenuhi agar layanan internet cepat bisa tersedia secara luas.
Selain itu, Dian Siswarini menegaskan bahwa layanan internet 100 Mbps juga memerlukan teknologi jaringan 5G, karena jaringan 4G saat ini belum cukup untuk mendukung kecepatan tersebut secara optimal. Perangkat dan spektrum yang ada di 4G masih terbatas.
Pembangunan infrastruktur di luar Jawa lebih mahal karena ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik dan fasilitas transportasi yang belum merata. Oleh karena itu, pemerintah dan operator harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar layanan internet cepat ini bisa dinikmati secara merata.
Analisis Ahli
Dian Siswarini
Infrastruktur Indonesia masih belum merata, terutama di luar Jawa, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut dan perangkat 5G untuk layanan 100 Mbps.
