ATSI Dorong Pengukuran Kecepatan Internet Indonesia Berdasarkan Klasifikasi Pengguna
Teknologi
Keamanan Siber
30 Sep 2025
248 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecepatan internet di Indonesia bervariasi dan perlu pengukuran yang tepat.
Klasifikasi dalam pengukuran kecepatan internet penting untuk pengguna dari berbagai tingkat pengalaman.
ATSI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan internet di seluruh Indonesia.
Kecepatan internet di Indonesia kerap dibandingkan dengan negara lain dan sering dianggap lebih lambat. Namun, kenyataannya ada beberapa daerah khususnya yang dekat dengan Jakarta yang sudah memiliki kecepatan internet sangat tinggi hingga 100 Mbps. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan internet di Indonesia tidak bisa diukur dengan satu standar yang sama.
Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI, mengungkapkan pentingnya adanya klasifikasi parameter saat melakukan pengukuran kecepatan internet. Klasifikasi ini mencakup berbagai jenis pengguna mulai dari pemula, pengguna seluler menengah, hingga pengguna broadband besar untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang kualitas internet.
Dalam banyak kasus, pengguna pemula umumnya menggunakan kecepatan internet yang lebih rendah seperti 5, 10, atau 15 Mbps. Oleh karena itu, membandingkan mereka langsung dengan pengguna broadband yang memiliki kecepatan tinggi akan menghasilkan data yang tidak adil dan dapat menurunkan citra kecepatan internet Indonesia.
Penggunaan standar pengukuran tanpa klasifikasi ini dapat menyebabkan persepsi buruk tentang kualitas internet Indonesia. Dengan adanya klasifikasi, hasil pengukuran akan lebih akurat dan menggambarkan kondisi aktual di berbagai wilayah dan untuk berbagai tipe pengguna, sehingga kebijakan dan pengembangan layanan dapat lebih terarah.
Harapan dari usulan ini adalah agar pemerintah dan penyelenggara telekomunikasi dapat menerapkan pengukuran kecepatan internet yang terklasifikasi, sehingga Indonesia bisa naik kelas dan memperbaiki kualitas layanan internet secara menyeluruh sesuai kebutuhan masyarakat.
Analisis Ahli
Marwan O. Baasir
Pengukuran tanpa klasifikasi pengguna itu tidak relevan karena setiap kelompok pengguna memiliki kebutuhan dan penggunaan internet yang berbeda, sehingga standar yang sama untuk semua pihak justru menciptakan data yang menyesatkan.

