TLDR
Bitcoin dan Ethereum masih dalam fase konsolidasi dengan volume trading yang rendah. Pasar cryptocurrency tetap rapuh dengan potensi untuk penurunan lebih lanjut jika tidak ada permintaan baru. Kondisi pasar saat ini dapat menjadi dasar untuk akumulasi atau risiko penurunan yang lebih dalam. Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran harga antara $110.000 hingga $116.000 yang disebut sebagai "air gap", yaitu zona dengan likuiditas rendah. Ini mengikuti fase koreksi setelah mencapai harga tertinggi sepanjang masa yang membuat para pelaku pasar menjadi berhati-hati dan berdagang dengan volume yang rendah.Menurut data dari Glassnode, meskipun ada pembelian sebanyak 120.000 BTC pada penurunan harga, Bitcoin belum benar-benar berhasil menembus level resistensi penting di sekitar $116.900 yang menandai titik masuk pemegang jangka pendek. Keuntungan para pemegang jangka pendek menurun dari 100% ke 70%, yang dianggap normal untuk pertengahan siklus bull market.Ethereum juga menghadapi tekanan jual yang signifikan ketika mencoba menembus level resistensi di hampir $4.000, dimana tekanan jual senilai $419 juta tercatat sebagai yang terbesar kedua. Ada kemungkinan harga ETH akan mengalami penurunan cukup tajam antara 25-35% dalam beberapa bulan ke depan, meskipun pendapat pasar masih terbagi tentang potensi rally hingga $5.000.Pasar saham Asia dan Amerika Serikat terpantau bergerak datar dengan sentimen yang dipengaruhi oleh isu tarif semikonduktor baru dari AS dan ketidakpastian ekonomi makro. Sementara itu harga emas juga menunjukkan koreksi setelah mengalami kenaikan beberapa hari berturut-turut, dipengaruhi oleh spekulasi terhadap potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve dan ketegangan perdagangan.Secara keseluruhan, pasar kripto sedang menunggu peluang baru dimana pembeli bisa kembali masuk untuk membangun basis harga. Jika tidak, harga Bitcoin dan Ethereum mungkin akan mengalami penurunan lebih jauh, yang menuntut kewaspadaan tinggi dari para investor dan trader dalam beberapa waktu ke depan.