Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Crypto dan Saham Bertahan Tunggu Data Inflasi, Tarik Ulur Tensi Dagang AS-China

Bisnis
Ekonomi Makro
YahooFinance YahooFinance
23 Okt 2025
161 dibaca
2 menit
Pasar Crypto dan Saham Bertahan Tunggu Data Inflasi, Tarik Ulur Tensi Dagang AS-China

Rangkuman 15 Detik

Pasar cryptocurrency saat ini berada dalam pola stabil menjelang laporan CPI.
Tensions antara AS dan China dapat memengaruhi pasar, termasuk cryptocurrency dan saham.
Fluktuasi harga emas menunjukkan dampak dari profit-taking dan ekspektasi kebijakan suku bunga.
Pasar crypto dan saham global saat ini dalam posisi menunggu dengan hati-hati menantikan rilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan diumumkan pada hari Jumat. Data ini menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan juga sentimen risiko para investor di seluruh dunia. Bitcoin saat ini diperdagangkan pada kisaran 108.164 dolar AS, sedikit naik dari awal pekan tetapi masih lebih rendah 2% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Trader dalam platform Polymarket memberikan penilaian terdapat peluang sebesar 77% bahwa Amerika Serikat dan China akan mencapai kesepakatan mengenai masalah tarif sebelum tanggal 10 November mendatang. Sebaliknya kemungkinan tarif 100% yang pernah dijanjikan oleh mantan Presiden Donald Trump lebih kecil yaitu di angka 16%. Kesepakatan ini dinilai akan bersifat pragmatis dan lebih simbolis daripada konfrontatif, yang semakin menguatkan narasi peredaan ketegangan dagang antara kedua negara. Ethereum juga menunjukkan aktivitas yang meningkat dengan volume perdagangan naik 33%, seiring para trader bersiap menanggapi data inflasi Amerika Serikat. Namun, ada aksi ambil untung besar yang dipicu oleh transfer besar senilai 650 juta dolar AS dari Ethereum Foundation yang menyebabkan likuidasi senilai 700 juta dolar AS, membuat prediksi harga Ether terbagi antara kemungkinan kenaikan ke 5.000 dolar AS atau kemunduran hingga 2.850 dolar AS bila support di 3.470 dolar AS gagal bertahan. Selain itu, produk investasi lain seperti emas mengalami penurunan harga akibat investor mengambil keuntungan setelah kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski begitu, para analis yakin adanya pembelian kuat dari bank sentral dan ekspektasi pemotongan suku bunga akan terus mendukung harga emas. Sementara itu, pasar saham kawasan Asia-Pasifik seperti indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,5% setelah kabar adanya kemungkinan pembatasan ekspor dari AS kepada China memicu kekhawatiran baru terkait hubungan dagang kedua negara. Akhirnya, ketenangan pasar saat ini muncul setelah fase likuidasi besar senilai 20 miliar dolar AS dan masalah penilaian agunan di Binance selesai. Meski demikian, investor dan trader tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang bisa meningkat tajam terutama jika data inflasi AS tidak sesuai ekspektasi yang mendukung cerita soft landing ekonomi Amerika Serikat.

Analisis Ahli

QCP Capital
CPI adalah faktor tunggal yang mengikat ekspektasi kebijakan dan sentimen risiko, dengan pembacaan yang lebih lunak dapat mendorong pasar lebih positif.
Standard Chartered
Penurunan Bitcoin di bawah 100.000 dolar AS bisa menjadi peluang terakhir bagi investor untuk membeli sebelum kenaikan selanjutnya.