Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Uji Teknologi AI untuk Filter Konten Sesuai Usia Pengguna di AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
31 Jul 2025
133 dibaca
2 menit
Google Uji Teknologi AI untuk Filter Konten Sesuai Usia Pengguna di AS

Rangkuman 15 Detik

Google menguji teknologi untuk menentukan usia pengguna dan menyaring konten yang sesuai.
Pengguna di bawah 18 tahun akan mengalami perubahan dalam akses ke fitur di Google dan YouTube.
Verifikasi usia menjadi semakin penting di platform digital untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya.
Google mengembangkan teknologi baru berbasis kecerdasan buatan untuk menentukan usia pengguna di Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengguna di bawah 18 tahun mendapatkan perlindungan ekstra dari konten yang tidak sesuai atau berbahaya di semua produk Google, seperti YouTube dan Google Maps. Teknologi ini bekerja dengan menganalisis data yang terkait dengan akun Google, seperti jenis pencarian yang dilakukan dan video yang telah ditonton. Jika algoritma memperkirakan pengguna berusia di bawah 18 tahun, Google akan memberitahu mereka lewat email tentang perubahan pada fitur yang mereka gunakan agar lebih aman. Pengguna muda akan mengalami pembatasan seperti penonaktifan timeline di Maps, tidak menerima iklan yang dipersonalisasi, serta dibatasi dari mengakses aplikasi dan konten dewasa di Play Store dan YouTube. YouTube juga akan mengaktifkan pengingat untuk beristirahat dan peringatan agar segera tidur pada malam hari. Jika ada pengguna yang merasa salah ditandai sebagai di bawah umur, mereka dapat mengajukan banding dengan mengirimkan bukti usia, misalnya foto identitas resmi atau selfie. Google menggunakan kombinasi metode perkiraan usia dan verifikasi identitas saat diperlukan untuk menjaga akurasi sistem. Teknologi semacam ini penting karena berbagai platform digital lainnya seperti Instagram dan Roblox juga mulai menggunakan AI untuk memperkirakan usia pengguna. Selain itu, regulasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, mendorong penerapan sistem pengaturan usia agar konten digital lebih aman bagi anak-anak dan remaja.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Ahli Kebijakan Privasi Digital)
Pengembangan teknologi verifikasi usia berbasis AI dapat menjadi alat efektif dalam melindungi anak-anak dari konten berbahaya, namun perusahaan harus transparan dalam penggunaan data dan menjamin keamanan data pengguna.
Prof. Michael Tan (Pakar Machine Learning)
Mesin pembelajaran yang digunakan untuk menilai usia harus terus diperbarui untuk mengurangi kesalahan deteksi, serta mempertimbangkan diversitas budaya dan perilaku pengguna agar hasilnya lebih akurat.