Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

X Gunakan AI dan Selfie untuk Verifikasi Usia Pengguna di Inggris

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
07 Agt 2025
4 dibaca
2 menit
X Gunakan AI dan Selfie untuk Verifikasi Usia Pengguna di Inggris

AI summary

X berusaha untuk mematuhi regulasi baru di Inggris dengan mengembangkan sistem verifikasi usia sendiri.
Penggunaan teknologi AI untuk verifikasi usia dapat menghadapi tantangan dalam keakuratan dan penghindaran dari pengguna.
Perlunya sistem verifikasi usia yang seragam dan terstandarisasi di berbagai platform untuk efektivitas yang lebih baik.
Pemerintah Inggris baru-baru ini memberlakukan Undang-Undang Keamanan Online yang mewajibkan platform media sosial untuk memastikan bahwa anak-anak tidak dapat mengakses konten yang dianggap berbahaya atau tidak sesuai usia. Untuk mematuhi aturan ini, perusahaan media sosial harus menerapkan sistem verifikasi usia yang efektif.X, perusahaan yang dulu dikenal sebagai Twitter, berencana menggunakan teknologi kecerdasan buatannya sendiri bernama Grok untuk melakukan verifikasi usia melalui proses selfie langsung. Pengguna bisa mengunggah foto selfie yang akan dianalisis oleh AI untuk memperkirakan usia mereka.Selain selfie, X juga membuka opsi bagi pengguna untuk mengunggah identitas resmi seperti KTP atau paspor, yang kemudian akan diperiksa menggunakan sistem AI yang sama. Namun, teknologi ini masih diuji dan belum diketahui seberapa akurat dalam prakteknya.Meski begitu, muncul kekhawatiran karena pengguna sudah menemukan cara untuk mengelabui sistem verifikasi usia, misalnya menggunakan VPN, gambar palsu yang dihasilkan AI, atau foto karakter video game. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas metode yang digunakan X.Menurut banyak pihak, sebaiknya ada sistem verifikasi usia yang disetujui dan disediakan oleh pemerintah secara universal agar semua platform menggunakan standar yang sama. Hal ini akan membuat pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak menjadi lebih efektif.

Experts Analysis

Dr. Andrianto Prasetyo (Ahli Keamanan Siber)
Verifikasi usia berbasis AI memang menjanjikan, tapi penggunaan metode yang berbeda di setiap platform akan membuka celah keamanan yang bisa dieksploitasi. Solusi yang ideal adalah integrasi sistem pemeriksaan usia dengan otoritas resmi agar keabsahannya terjamin.
Prof. Lina Mariana (Peneliti Etika Teknologi)
Teknologi verifikasi wajah membawa persoalan etika terkait privasi data pengguna. Perlu ada regulasi ketat dan transparansi penggunaan data agar pengguna tidak merasa terancam sekaligus tetap terlindungi.
Editorial Note
Penggunaan AI internal seperti Grok bisa menjadi awal yang bagus, tetapi tanpa standar yang kuat dan centralisasi, implementasinya rentan dimanipulasi dan tak akan optimal. Pemerintah serta pelaku industri perlu berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang lebih aman dan mudah diadopsi secara luas agar perlindungan anak benar-benar efektif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.