TLDR
Penemuan sarang tawon radioaktif di Savannah River Site menunjukkan adanya kontaminasi yang tinggi di lokasi tersebut. Tindakan pembersihan diambil untuk memastikan tidak ada risiko lebih lanjut bagi lingkungan dan manusia. Situs ini memiliki sejarah panjang terkait dengan produksi bahan nuklir dan kini berfokus pada pembersihan dan penelitian. Di sebuah situs bersejarah di Aiken, Amerika Serikat, yang dulu digunakan untuk membuat bagian penting bom nuklir, ditemukan sarang tawon yang mengandung tingkat radioaktivitas tinggi, bahkan lebih dari sepuluh kali batas yang diizinkan oleh pemerintah. Penemuan ini dilakukan oleh pekerja pada bulan Juli dan menjadi perhatian karena terkait dengan limbah radioaktif dari masa lalu.Setelah ditemukan, pekerja menyemprot sarang tersebut untuk membunuh tawon yang mungkin ada dan mengamankan sarang sebagai limbah radioaktif. Mereka memeriksa tanah dan area sekitarnya dan tidak menemukan adanya tanda pencemaran radioaktif lain, yang mengindikasikan bahwa sumber radioaktivitas ini hanya terbatas pada sarang tawon tersebut.Sarang tawon ini mengandung kontaminasi beta dan gamma yang sangat tinggi, namun dikatakan sebagai kontaminasi sisa dari masa aktivitas produksi nuklir dahulu, dan bukan disebabkan oleh kebocoran limbah saat ini. Selain itu, tawon yang hidup di sarang itu kemungkinan terpapar tingkat radioaktivitas yang jauh lebih rendah.Savannah River Site telah berhenti memproduksi bahan nuklir sejak tahun 1992 dan kini fokus pada pembersihan lingkungan dan pengelolaan limbah nuklir yang tersisa. Situs ini juga menerima bahan bakar nuklir bekas dari fasilitas lain untuk diproses dan diolah dengan teknologi terbaru agar pengolahannya lebih efisien di masa depan.Meski temuan ini mengundang kekhawatiran, para ahli dan pihak situs meyakinkan bahwa tidak ada bahaya bagi lingkungan atau masyarakat sekitar karena jangkauan terbang tawon sangat terbatas dan tidak ada tanda penyebaran radioaktivitas di luar area situs. Penemuan ini dianggap sebagai peninggalan masa lalu dan tidak memicu tindakan darurat lebih lanjut.