Uber Eats Gunakan AI untuk Perbaiki Menu dan Komunikasi Pesanan Makanan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
31 Jul 2025
101 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Uber Eats memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna melalui deskripsi dan foto menu.
Fitur chat langsung memperbaiki komunikasi antara pelanggan dan bisnis.
Pengguna dapat mengunggah foto pesanan mereka dan berpotensi mendapatkan imbalan.
Uber Eats sedang memperkenalkan beberapa fitur baru yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu restoran mempercantik menu mereka. Salah satu fitur tersebut memungkinkan pembuatan deskripsi makanan secara otomatis yang menarik dan mudah dimengerti oleh pelanggan.
Selain itu, AI yang digunakan juga mampu meningkatkan kualitas foto makanan pada menu dengan mengedit pencahayaan, fokus, dan bahkan mengubah latar belakang agar makanan terlihat lebih menggugah selera. Jika suatu menu tidak memiliki foto, pelanggan pun kini bisa mengunggah sendiri gambar makanan mereka ketika memberikan ulasan.
Uniknya, pelanggan dari beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris dapat diberi kredit atau bayaran kecil jika foto yang mereka unggah dipilih untuk dipublikasikan di menu Uber Eats. Hal ini diharapkan dapat membantu restoran mendapatkan gambar makanan asli dan bermanfaat bagi pelanggan lain.
Uber Eats juga memperkenalkan fitur Live Order Chat, yang memungkinkan penjual dan pembeli langsung berkomunikasi mengenai pesanan. Dengan fitur ini, restoran bisa menanyakan kebutuhan khusus pelanggan atau memberitahu jika suatu menu habis dan menawarkan alternatif secara cepat.
Meskipun fitur ini menjanjikan kemudahan dan informasi yang lebih jelas bagi pelanggan, masih diperlukan waktu untuk melihat seberapa efektif dan akurat penggunaan AI dalam memperbaiki pengalaman menggunakan aplikasi Uber Eats.
Analisis Ahli
Dr. Rina Sari, Ahli Kecerdasan Buatan
Penggunaan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di platform pengantaran makanan merupakan langkah yang tepat, tetapi penting untuk menjaga integritas data agar AI tidak menyajikan informasi yang menyesatkan.Andi Prasetyo, Pakar Pemasaran Digital
Fitur baru ini dapat meningkatkan engagement pelanggan dan mendorong penjualan, namun para bisnis harus tetap berfokus pada produk asli agar AI tidak menutupi kualitas yang sebenarnya.
