AI summary
Uber telah beralih fokus ke inovasi teknologi setelah hengkang dari Indonesia. Program baru Uber memungkinkan pengguna untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui unggahan foto makanan. AI-generatif digunakan untuk meningkatkan promosi menu bagi restoran mitra Uber Eats. Uber pernah hadir di Indonesia tapi keluar pada 2018 dan menyerahkan bisnis ke Grab. Sekarang, Uber fokus mengembangkan teknologi baru di negara lain terutama tentang taksi otomatis tanpa sopir dan penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk layanan mereka.Uber meluncurkan program baru di beberapa negara seperti AS, Inggris, Kanada, dan Meksiko yang memberi kesempatan pengguna mendapatkan penghasilan dengan mengunggah foto makanan setelah memesan lewat Uber Eats. Foto tersebut hanya untuk restoran yang tidak punya foto di menu mereka.Setelah pengguna menerima makanan, mereka bisa menambahkan foto melalui pilihan 'tambahkan foto' pada layar penilaian pesanan. Jika foto yang diunggah disetujui dan dipublikasikan, pengguna mendapat pembayaran dalam bentuk kredit di aplikasi Uber.Selain memberi penghasilan kepada pengguna, Uber Eats juga menggunakan teknologi AI generatif untuk membantu mitra restoran membuat foto menu yang bagus. AI juga bisa membuat deskripsi makanan, merangkum ulasan, dan menyediakan fitur obrolan langsung untuk pelanggan.Inovasi ini sangat membantu restoran dalam mempromosikan menu mereka secara lebih menarik dan interaktif. Di Indonesia, sampai sekarang belum ada layanan transportasi online yang punya program serupa seperti yang dilakukan Uber ini.
Inovasi Uber dalam mengintegrasikan AI dan memberikan insentif ke pengguna menunjukkan bahwa masa depan layanan transportasi dan pengantaran makanan sangat bergantung pada teknologi pintar dan keterlibatan konsumen aktif. Indonesia, dengan pasar besar dan perkembangan teknologi yang pesat, sangat potensial untuk mengadopsi inovasi serupa demi meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pemain lokal.