AI summary
Uber Technologies, Inc. menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam sektor pengiriman non-restoran. CEO Uber, Dara Khosrowshahi, optimis tentang potensi adopsi layanan pengiriman di kalangan pengguna rideshare. Perusahaan menghadapi kompetisi ketat dari pemain besar seperti DoorDash, Instacart, dan Amazon. Uber Technologies, Inc. memperkirakan bisnis pengiriman non-restaurant mereka akan mencapai gross bookings sebesar 12,5 miliar dolar AS per tahun pada akhir 2025. Ini merupakan peningkatan 25% dari proyeksi sebelumnya pada Mei 2023, menandakan ekspansi besar di area layanan pengiriman mereka.Pengiriman kini menyumbang setengah dari total gross bookings Uber dan telah tumbuh lebih cepat daripada bisnis ride-hailing selama tiga kuartal terakhir. CEO Dara Khosrowshahi menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh pesatnya permintaan untuk pesanan retail dan bahan kebutuhan pokok seperti bahan makanan.Uber telah menambah sekitar seribu retailer baru sepanjang tahun ini dan memberikan diskon mingguan untuk produk lokal seperti buah, sayur, daging, dan susu di berbagai negara. Strategi ini bertujuan memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan penggunaan layanan pengiriman mereka.Meskipun pentingnya pengiriman dalam strategi Uber semakin besar, CEO Khosrowshahi percaya masih banyak peluang dengan sekitar 75% pengguna rideshare mereka yang belum menggunakan fitur pengiriman retail atau bahan pokok di aplikasi Uber.Meski potensi pertumbuhan Uber signifikan, ada rekomendasi untuk mempertimbangkan saham AI yang lebih undervalued dan bisa mendapatkan manfaat dari tren perdagangan dan kebijakan baru. Hasil keuangan penuh untuk tahun ini baru akan diumumkan pada Februari 2026.
Uber menunjukkan potensi besar dalam mengakselerasi bisnis pengiriman yang lebih menguntungkan dan lebih luas dari hanya layanan ride-hailing. Namun, investasi pada saham ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena proyeksi masih bersifat prediksi dan persaingan ketat di sektor pengiriman bisa memberikan tantangan besar.