Misteri Madu Berusia 2.500 Tahun di Wadah Kuno Paestum Terungkap
Sains
Fisika dan Kimia
30 Jul 2025
299 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan substansi di Paestum memberikan wawasan baru tentang praktik kuno dalam mempersembahkan madu.
Analisis modern dapat mengungkap informasi penting tentang sisa-sisa makanan kuno dan mikroba yang terlibat.
Madu memiliki sifat kimia yang rumit yang dapat berubah seiring waktu, mencerminkan sejarah dan teknik pengawetan yang digunakan pada masa lalu.
Pada tahun 1954, sebuah kuil Yunani kuno di Paestum, Italia, ditemukan dengan beberapa wadah perunggu yang berisi zat lengket misterius. Para arkeolog awalnya mengira zat tersebut adalah madu karena madu sering dipersembahkan sebagai sesajen di dunia kuno.
Namun, selama hampir 30 tahun, berbagai analisis tidak berhasil membuktikan bahwa zat itu benar madu, melainkan jenis lemak atau minyak yang dicampur dengan serbuk sari dan serpihan serangga. Oleh sebab itu, misteri identitas zat ini tetap belum terpecahkan.
Baru-baru ini, para peneliti dari Universitas Oxford menggunakan teknologi analisis modern untuk memeriksa kembali residu tersebut. Mereka membandingkannya dengan sampel madu dan sarang lebah modern dari Yunani dan Italia dan menemukan hasil yang mengejutkan.
Penelitian menunjukkan bahwa zat tersebut memiliki komposisi kimia yang sangat mirip dengan madu dan lilin lebah, termasuk kandungan gula heksosa yang tinggi serta protein royal jelly yang hanya dihasilkan oleh lebah madu barat. Ini membuktikan bahwa zat tersebut memang madu kuno.
Perubahan warna dan keasaman yang ditemukan pada residu disebabkan oleh proses degradasi alami selama ribuan tahun serta reaksi kimia dengan wadah tembaga. Penelitian ini membuka peluang baru untuk memahami bahan kuno dan praktik budaya masa lalu.
Analisis Ahli
Luciana da Costa Carvalho
Studi ini menunjukkan bahwa zat tua bukan hanya artefak sederhana, tapi merupakan ekosistem kimia yang kompleks yang berubah sepanjang waktu, membuka peluang baru dalam kajian mikroba kuno.James McCullagh
Penemuan ini mendemonstrasikan pentingnya teknologi modern dalam merevisi asumsi arkeologis lama dan memberikan pandangan lebih akurat tentang benda-benda bersejarah.


