Serangan Siber Hancurkan Sistem Aeroflot, Penerbangan Rusia Terhenti
Teknologi
Keamanan Siber
28 Jul 2025
175 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber dapat memiliki dampak besar pada transportasi udara.
Kelompok hacker pro-Ukraina berusaha untuk menanggapi tindakan Rusia di Ukraina melalui serangan siber.
Sistem kritis maskapai penerbangan dapat menjadi target utama dalam konflik geopolitik.
Aeroflot, maskapai penerbangan terbesar di Rusia, mengalami serangan siber besar pada hari Senin yang menyebabkan penghentian penerbangan di seluruh negeri. Serangan ini dilakukan oleh kelompok hacker pro-Ukraina bernama Silent Crow bersama dengan hacker dari Belarus sebagai bentuk protes terhadap situasi politik yang sedang berlangsung.
Kelompok peretas mengklaim bahwa mereka berhasil mengambil alih kendali sistem penting Aeroflot, termasuk akses ke sejumlah besar data internalnya. Mereka juga menyatakan secara langsung bahwa mereka telah menghancurkan sistem yang berhasil diaksesnya, yang mengakibatkan gangguan serius bagi operasi Aeroflot.
Situs resmi Aeroflot mengalami gangguan dan menampilkan pesan bahwa laman tersebut 'sementara dibatasi'. Hal ini menambah kekuatan dampak dari serangan siber yang terjadi, membuat masyarakat dan pelanggan sulit untuk mendapatkan informasi dan layanan resmi dari maskapai tersebut.
Pada saat yang sama, di dalam bandara-bandara di Rusia, layar keberangkatan menunjukkan bahwa semua penerbangan telah dibatalkan. Pernyataan resmi dari Kejaksaan Rusia juga mengonfirmasi bahwa pembatalan lebih dari 60 penerbangan ini disebabkan oleh serangan hacker.
Serangan semacam ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan siber di sektor transportasi Rusia dan menyoroti dampak yang bisa muncul dari konflik geopolitik terhadap infrastruktur penting suatu negara.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Serangan ini menggambarkan bagaimana perang siber kini menjadi alat politik yang efektif dan berbahaya, khususnya dalam konflik geopolitik intens seperti antara Rusia dan Ukraina. Perlindungan infrastruktur kritis harus menjadi prioritas utama bagi negara manapun untuk menghindari kerusakan besar akibat serangan semacam ini.
